Kamis, 12 Februari 2015

Missing you

Sebuah karya kakakku yang masih disimpan di laptopku, aku mau memberitau dunia bahwa bakat menulisku juga ada pada kakakku. silahkan meningkmati cerpen Missing You.

Missing You

Perlahan namun pasti, kulangkahkan kakiku menuju tempat itu. Tempat dimana aku dan dia sempat merasakan malam yang indah. Kubiarkan meski dinginnya malam semakin menusuk tubuhku. Tak kuhiraukan kencangnya angin yang membuat rambutku berantakan.
Akhirnya setelah langkah kesekian, kulihat kerlipan indah lampu hias yang membuat tempat itu tampak indah. Bunga – bunga yang tumbuh menghiasi tempat itu pun tak sulit untuk kulihat meski malam terus meraja. Dan akhirnya pandanganku tertumbuk pada benda bulat besar yang paling mencolok di tempat itu. Sebuah bianglala besar sedang berputar, membawa orang yang menaikinya merasakan indahnya kota malam hari.
Tanpa bisa ku tahan, ingatan tentang malam 4 tahun yang lalu itu menyergapku. Membuatku lupa dimana aku berpijak dalam sedetik. Masih jelas diingatanku akan kenangan hari itu. Canda tawa, kebahagiaan, masih dapat ingat jelas. Setitik air mata lolos melewati pipiku. “Bodoh” bisikku pada diri sendiri.
Ku edarkan pandangan ke sekelilingku. Semua masih sama seperti 4 tahun yang lalu. Tidak ada yang berubah. Tempat ini masih indah, masih dipenuhi orang – orang yang mencari hiburan di taman kecil ini. Entah bersama keluarga, teman ataupun kekasih. Semua masih sama. Mungkin hanya aku yang telah berubah.
            Setelah puas memandang taman ini, ku langkahkan kakiku pada air mancur yang berada tak jauh dari posisiku. Aku duduk dipinggiran air mancur itu. Kucelupkan jari – jari tanganku. Dingin itulah yang terasa pada jari – jariku. Kembali memori bersamanya di tempat ini menyeruak di kepalaku.
Ada rasa rindu, sesak, sedih, dan bahagia yang aku rasakan ketika potongan – potongan kenangan masa lalu itu memenuhi kepalaku. Kembali bulir air mata jatuh membasahi pipiku. Ak merindukannya masa itu. Aku merindukan indahnya malam itu. Aku merindukan senyum bahagia kami hari itu. Aku merindukan semua. Meski telah 4 tahun terlewati. Tapi aku masih merindukan saat – saat bahagia bersamanya.
Bersama orang yang aku cintai, bersama seseorang yang akan selalu dan selamanya menjadi best man dalam hidupku, bersama seseorang yang tidak bisa kumiliki meski telah aku katakan bahwa aku sangatlah mencintainya. Bersama orang yang tidak akan pernah bisa aku lupakan untuk sisa hidupku mungkin.
“Aku pulang mas. Aku disini sekarang. Ditempat indah ini” ucapku pelan.
Ya, sudah 4 tahun aku pergi dari kota kelahiranku untuk mewujudkan cita – citaku. Meninggalkan semua tentangnya, meninggalkan cinta yang selama 6 tahun sebelumnya telah kupupuk, meninggalkan orang yang sangat aku cintai agar dia bahagia bersama perempuan lain yang dia cintai. Dan meski sudah 4 tahun, tapi entah kenapa rasaku padanya belum juga hilang. Atau mungkin tidak akan hilang.
Senyum sedih terukir diwajahku ketika ingatan ketika aku harus melepaskannya bersama orang lain menyeruak diantara kenangan – kenangan indahku bersamanya di taman ini. Rasa sesak itu semakin aku rasakan. Seolah ada yang menghimpit dadaku. Rasanya sakit. Ku remas baju bagian dadaku, seolah dengan cara itu dapat membantuku menghilangkan rasa sesak yang kurasakan.
Aku merindukannya, merindukan semua tentang dia. Dan aku sebenarnya benci mengakui ini semua. Karena harusnya aku sudah tidak boleh marasakan perasaan rindu ini. Tapi perasaan, siapa yang bisa menyalahkannya.
Ku tarik nafas dalam untuk menenangankan diriku. Perlahan aku mulai bisa mengontrol diriku lagi. Setelah aku mulai tenang, ku lanjutkan perjalananku di taman penuh kenangan ini. Ak langsung menuju tempat pembelian karcis bianglala. Tujuanku selanjutnya adalah bianglala. Aku ingin kembali mengingat saat aku naik bianglala berdua berasamanya. Aku ingin mengumpulkan sisa – sisa kebahagiaanku bersamanya. Aku ingin mengingatnya selama aku masih bisa mengingat.
Setelah membayar karcis, aku masuk dalam antrian. Aku kembali tersenyum ketika mengingat bagaimana dulu aku dan dia mengantri disini. Obrolan ringan, sedikit saling memukul adalah yang terjadi saat itu. Saling menggoda, membuat satu sama lain malu, memenuhi detik – detik kebersaam kami selama menunggu giliran menaiki bianglala.
Senyum sedih kembali menghiasi wajahku, ketika kusadari bahwa apa yang terjadi 4 tahun lalu tidak akan pernah bisa terulang lagi. Kulihat antrian di depanku. 3 baris lagi, dan aku akan menaiki bianglala. Saat itulah, seseorang menepuk bahuku. Kutolehkan wajah untuk melihatnya. Dan mataku membulat sempurna ketika aku tau siapa orang baru saja menupuk bahuku.
“Bell” serunya pelan dengan senyum menghiasi wajahnya.
“Ry...Ryu..” kataku gagap. Ini tidak mungkin kan ? Bermimpikah aku ? orang yang sejak tadi berada dalam lamunanku kini ada dihadapanku. Dia, orang yang semenjak tadi kucari bayangannya ditempat ini baru saja menyapaku bahkan menepuk bahuku.
“Udah lama nggak ketemu kamu ya” katanya. Dan aku hanya bisa mengangguk. Stupid. Kenapa aku harus bersikap seperti ini. Aku benar – benar merutuki sikapku.
“Naik bareng yuk” ajaknya.
“Hah..???”
“Udah ayo naik bareng.” Dia langsung merebut karcis ditanganku dan segara menyerahkannya pada petugas yang bearda di deapan kami. Ternyata sekarang sudah giliranku. Saking shocknya aku sampai tidak menyadari bahwa sekarang adalah giliranku.
Ryu segara menarikku memasuki salah satu anting di bianglala. Dan setelah itu bianglala langsung berputar secara perlahan. Kami duduk berhadapan.
Aku berusaha mengendalikan diriku sendiri. Aku tidak boleh bersikap bodoh. Ku coba merilekskan diriku. Ku tolahkan wajahku untuk melihat pemandangan kota. “Masih tetap indah” seruku pelan.
“Ya... masih indah” sahutnya. “Kenapa kamu kemari bell ?”
“Mencari sisa – sisa kenangan indah disini” jawabku tanpa menoleh padanya. “Kamu sendiri ?” gantian aku yang bertanya.
“Aku kangen kamu. Makanya aku datang kesini” ucapnya.
Kurasakan bahwa jantungku berdetak tidak normal. Aku hanya berharap semoga Ryu tidak mendengar degub jantungku.
“Kapan kamu kembali ?” tanyanya agar suana tidak hening.
“Kemarin malam” jawabku. Kali ini kuberanikan diri untuk melihatnya. “4 tahun, apa kabar kamu ?” tanyaku
“Baik. Kamu sendiri gimana ?”
“Aku juga baik”
Keheningan mulai menguasai. Aku bingung apa lagi yang harus kukatakan. Tidak mungkin aku mengatakan jika aku merindukannya. Itu benar – benar tidak mungkin. Meski tadi Ryu menjawab bahwa ia rindu padaku, bukan berarti aku menjawbnya kan.
Ketika aku sibuk dengan pikiranku Ryu tiba – tiba bertanya “Apa selama ini kamu bahagia Bell ?”
“Apa ??”
“Aku nanya apa kamu bahagia ?”
“Ohh.. Iya aku bahagia” jawabku pelan tanpa melihat matanya.
“Baguslah” sahutnya
“Iya”
Kubiarkan keheningan kembali menemani kami. Tak terasa satu putaran telah terlewati. Karena tadi Ryu merebut karcisku, berarti kami akan menaiki bialanglala ini satu putaran lagi. Tuhan apa yang harus aku lakukan. Batinku merana.
“Bell..”panggilnya ketika anting yang kami naiki berada di puncak tertinggi.
“Ya..???”
“2 bulan lagi aku akan menikah. Aku harap kamu bisa datang” katanya.
Entah seperti apa wajahku ketika aku mendengar informasi ini. Yang jelas aku terkejut.
“Iya kah ? Selamat. Ok aku akan datang” jawabku setalah aku bisa kembali menemukan suaraku. Dan sekali lagi, aku menjawab tanpa melihat wajahnya.
“Makasih”. Dan aku hanya mengangguk.
Dan saat itu putaran bianglala kedua kami berakhir. Pintu anting dibuka oleh petugas, dan kami langsung keluar. Segera kami menuju pintu keluar dan menuju area taman yang lain.
Kami berjalan beriringan, tanpa kata.  Kami menuju salah satu bangku taman yang ada disalah satu sudut taman. Bangku yang menghadap bianglala.
“Semoga kalian bahagia” ucapku ketika kami sudah mendaratkan pantat kami di bangku tamn.
“Iya makasih ya.”
Aku diam.
“Bell..” dia kembali memanggilku.
“Hmmm”
“Maaf”
“Untuk apa?”
“Untuk semuanya. Aku tau, kamu pasti terluka selama ini” katanya.
Aku hanya tersenyum menaggapinya.
“Apa kamu masih mencintai aku Bell ?” tanyanya. Aku kembali terkejut. Entahlah, kenapa malam ini aku selalu terkejut. Ryu benar – benar hebat karena ia berkali- kali membuatku terkejut.
Kuhembuskan nafas pelan sebelum menjawab “Cinta itu nggak akan pernah hilang Ryu. Apapun yang terjadi. Bahkan meskipun kita akan berakhir dengan orang lain, perasaan itu nggak akan hilang. Selamanya rasa itu akan tetap tersimpan disudut hatiku yang terdalam”
“Apakah kamu bahagia dengan semua ini ?”
“Ya aku bahagia. Dan inilah caraku bahagia”
Kudengan Ryu menghembuskan nafas. Mungkin ia kesal dengan jawabanku. Mungkin dia ingin mendengar kalau aku sudah tidak mencintainya lagi. Dasar bodoh, batinku.
Hening. Sebelum akhirnya Ryu meraih tanganku yang sukses membuatku menatap wajahnya. Ryu memandang tepat di mataku. “Mungkin ini akan jadi kesmpatan terakhirku mengatakan ini Bell. Dan maaf karena aku baru mengatakn ini setelah sekian lama.” Dia kembali menarik nafas dalam. “Bell, aku cinta sama kamu” katanya perlahan. Aku hanya bisa diam, karena aku tidak tau apa yang harus aku katakan. “maaf selama ini aku nggak pernah ngungkapin tentang ini. Tapi aku cinta sama kamu Bell. Dan dengan cinta ini pula, aku lepasin kamu. Maaf kalau aku ngebuat kamu terluka lagi dengan mengatakn ini. Tapi aku nggak mau menyesal. Aku harus mengatakn ini sebelum aku menikah” jelasnya panjang lebar.
Kupejamkan mata. Ku tenangkan diriku. Beberapa detik mataku terpejam, perlahan kubuka mataku. Kutatap langsung matanya, berusaha mencari sesuatu disana. Namun yang kutemukan hanya keseriusan. Kulepaskan tanganku yang masih dalam genggamannya.
“Akhirnya...” hanya itu yang bisa aku ucapkan.
Kembali hening. Aku harus mengakhiri ini sekarang, sebelum aku kehilangan kontrol diri. Aku langsung berdiri, dan tanpa menoleh padanya aku berkata “Makasih, karena udah ngasih tau aku apa yang kamu rasain ke aku. Dan sekarang waktunya kita bener – bener berpisah Ryu. Semoga kamu bahagia dengan pernikahan kamu. Aku akan datang sebagai seorang teman yang ikut bahagia karena temannya akhirnya telah menemukan kebahagiaannya”. Tanpa menunggu tanggapannya aku pun melangkahkan kaki meninggalkan Ryu.
Namun di langkahku yang ke lima, Ryu kembali memanggilku dan aku berhenti untuk menoleh padanya. “Ku harap kamu juga segera menemukan kebahagiaan kamu. Karena kebehagiaan kamu juga adalah yang terpenting buat aku” ucapnya.
Aku hanya mengangguk. Lalu aku kembali melangkah pergi. Dan aku juga tau bahwa Ryu juga telah melangkah pergi meninggalkan semua sisa – sisa kenangan indah kami di tempat ini. Aku tau, karena itu pula yang aku lakukan. Perlahan air mata menyeruak dari kedua mataku. Kali ini aku tidak mau menahannya. Biarkan semuanya lepas, agar aku bisa merasakan lega. Meski saat ini yang kurasakan adalah hampa. Kehampaan yang sama yang kurasakan 4 tahun lalu saat aku memutuskan untuk melepaskan diri darinya, kehampaan yang sama yang kurasakan ketika aku melepaskannya malam itu.
“Bye Ryu..” bisikku.
Dan ditempatnya, Ryu pun mengucapkan hal yang sama “Selamat Tinggal Bell”.

----------End---------
 by : Shindy Ayu Nur Shaida. 

Season Change Musim Salju (TAMAT)

Dinginnya kota London Inggris membuat semua orang merapatkan baju hangatnya, tak terkecuali gue, gue merapatkan baju hangat gue yang akan menjaga tubuh gue dari dinginnya udara, gue sedang ada di London untuk bebarapa urusan. Stasiun London penuh sesak dengan orang-orang yang berlalu lalang. sebenernya gue mau kesebuah perusahaan terkenal di London, tapi karna gue berangkatnya kepagian jadi gue memutuskan untuk duduk sebentar sambil menikpati kopi panas gue.
“ kalian ingat film harry potter? Peron 93/4 yang diceritakan didalamnya, lokasi shootingnya ada di stasiun yang sangat terkenal di London.” Dengar gue dari jauh, suara orang Indonesia batin gue dan tersenyum. Orang-orang Indonesia itu berjalan didepan gue gue hanya melirik dan kembali terfokus pada kopi panas gue.
“ jadi selama ini lo ada di London?” suara laki-laki itu membuyarkan konsentrasi gue ada kopi panas yangg gue pegang. Gue menatap sepatu yang ada di hadapan gue dan mendongak ke atas, mata gue terbelalak melihat siapa yang berbicara pada gue. Kendra ada di hadapan gue dengan memakai baju hangat berwarna coklat kopi, sepasang sepatu putih dan penutup kepala abu-abu yang akan menjaga telinganya tetap hangat.
“ Ken, Kendra ...” kata gue terbatah-batah seakan tak percaya siapa orang yang ada di hadapan gue. “ kenapa lo bisa disini.?” Tanya gue gugup.
“ jurusan gue sedang mengadakan study tour di Inggris dan tujuan rombongan gue adalah stasiun London, salah satu tempat adegan Shooting Harry Potter. dan gak sengaja gue ngeliat cewe yang mirip lo sedang menikmati kopi panasnya, dan ternyata ini lo Ganessa.” Jelas Kendra.
Gue berdiri di hadapan Kendra, parfumnya kini masuk kedalam hidupku bau yang selalu gue rindukan pengen banget meluk dia saat ini. “ lalu lo ga takut di tinggal sama rombongan lo?”
“ gue tadi uda izin sama dosen gue buat ke kamar mandi sebentar, Jadi ini alasan Nathan ga ngebiarin gue tau dimana kos-kosan lo di Bandung, lo uda lama di Inggris?”
“ Nathan? Kapan lo ketemu dia? Gue uda hampir setengah tahun disini gue anak beasiswa di Oxford, dan gue yang nyuruh orang-orang terdekat gue buat ga bilang sama lo atau keluarga lo kalau gue sedang ada di Inggris.” Kata gue sambil menunduk merasa bersalah.
“Essa dengerin gue, gue sahabat lo apa bukan?” tanya kendra dengan memegang pipi gue yang dingin.
“ lo tetep jadi sahabat gue Ken, tapi gak tau kenapa gue hanya ga mau kalau lo tau gue lagi di Inggris.” Gue merasa pipi gue merah sangking seneng dan malu Kendra memegang pipi gue.
“ seharusnya lo ngabarin gue apapun itu tentang keadaan lo, gue tau gue dan lo saling sayang lebih dari sahabat kan? Makanya lo ga mau ngasih tau gue kalau lo ada di luar negri.” Kata-kata kendra seperti cambukan buat gue, Kendra suka sama gue? Sama seperti gue suka sama dia?. Gue merasa otak gue sudah tak berfungsi dengan baik, seketika gue memeluk kendra. Dan kendra membalas pelukan gue dengan sangat hangat.
Tiba-tiba hape kendra bunyi temannya menelponnya karna dia harus melanjutkan wisata mereka ketempat yang lain. Gue dan kendra saling bertukar nomer hape, dan kendra janji akan menghubungi gue kalau dia sedang free. Gue hanya bisa menatap punggung yang nyaman untuk gue bersandar yang berlalu bergi menjauh. Guepun segera berbalik dan segera menyelesaikan urusan gue di London.
Gue baru nyampe apartemen sore hari gue buru-buru cerita tentang kendra ke Luara. “ dan lo tau Ra selama ini gue selalu berdo’a agar gue dipertemukan dengan Kendra di Inggris, dan akhirnya Tuhan mendengar do’a gue Ra sumpah gue seneng banget Ra.” Cerita gue dengan menggebu-gebu apalagi kalau ini tentang Kendra.
“ dulu lo pernah bilang sama gue kalo lo percaya sama yang namanya jodoh akan selalu datang pada kita dimanapun kita berada jadi apa yang lo percaya sekarang jadi kenyataan.” Kata Laura. Gue mencerna ucapan Laura yang ada benarnya gue semakin yakin ini cara Tuhan buat mempertemukan gue dan Kendra.
Malam harinya gue sedang duduk di balkon kamar apartemen gue, gue menunggu kendra menghubungi gue, gue memandang langit malam Inggris yang indah, tak berapa lama gue melamun bunyi handphone gue membuyarkan lamunan gue, gue menatap layar dan membaca nama kendra yang muncul di handphone gue.
“ halo” sapa gue dengan lembut.
“ essa? Right?” kata suara dari sebrang
“ yes here I am. Ah tak perlu la lo pake bahasa Inggris.”
“ kan kita lagi di Inggris seharusnya kita pake bahasa Inggris dong.”
“ ahh lo aja deh, gue males kalo pake bahasa Inggris nanti gue mikir artinya lagi.”
“ dasar anak beasiswa bisa males mikir juga, lagi apa lo?”
“ ya biarin dong, anak beasiswakan juga manusia kali. Diem aja di balkon sambil ....” belum sempat gue menyelesaikan kata-kata gue Kendra uda memotong kata-kata gue.
“ Bintang maksud lo?” kata Kendra kemudian.
“ yah seperti yang lo tau kebiasaan gue apa.”
“ weekend ini lo sibuk ga?”
“ engga sih gue ga ada jadwal kelas atau rencana keluar, ada apa?”
“ gue mau ngajak lo jalan-jalan di London kita ketemu di Stasiun London jam 5 sore gimana lo bisa?”
“ oke  be on time yah.”
“ siap, ya uda gue mau mandi dulu bye”
Setelah hampir 15 menit gue ngobrol dengan Kendra, gue senyum sendiri dan gue sangat menantikan hari sabtu minggu ini.
Hari-hari yang gue lewati berjalan sangat lambat mungkin karna ada hari yang sangat gue tunggu, ya itu hari sabtu, tentu saja gue cerita ke Nathan kalau gue ketemu Kendra di London, kuliah gue jadi semangat saat ada Kendra yang selalu nyemangatin gue kuliah, dia selalu menemani hari-hari gue meski by phone but no problem, Iam happy really happy.
Dan akhirnya hari yang gue tunggu datang gue siap-siap mulai jam 2 siang, Laura membantu gue memilihkan baju yang cocok untuk gue. gue mencoba untuk dandan senatural mungkin, gue mengikat kuda rambut gue.
Akhirnya gue menjatuhkan pilihan gue pada gaun sederhana berwarna biru cerah dan diberi hiasan sabuk kecil, Laura bilang kalau gue sangat cantik dan itu yang membuat gue merasa malu sekaligus semakin percaya diri.
Jam 3 gue berangkat ke kota London, karna apatemen gue dengan London lumayan jauh membutuhkan waktu hampir 90 menit lamanya. Untuk terakhir kalinya gue melihat kaca apakah dandan ini tidak berlebihan? Gue memakai pakaian hangat abu-abu yang menyembunyikan gaun gue. gue memakai flat shoes agar terlihat tidak berlebihan. Gue sudah memesan taksi depan apartemen gue.
“ London Train station sir.” Kata gue dan mobilpun segera berjalan. Sepanjang perjalanan guemerasa grogi, padahal ini bukan kali pertamanya gue pergi berdua dengan kendra. Tapi mungkin karna sekarang Kendra bukan lagi sahabat gue tapi dia cowok yang gue suka dan gue sayang.
Malam minggu ini sedikit macet mungkin akan banyak orang berkencan malam ini, mungkin aku akan telat 10-20 menit pikirku. Aku mentap layar hpku yang menunjukkan pukul 4.50 PM. Tapi stasiun masih jauh aku hanya bisa pasrah.
Dugaanku benar aku terlambat hampir 10 menit Kendra sedang duduk dan memegang kopi yang kelihatannya sudah dingin.
“ Maaf ken, gue telat macet banget.” Kata gue dengan tersenyum.
Kendra hanya melihat kearah gue tanpa sepatah katapun, gue sedikit heran apa ada yang salah dengan penampilan gue. mata Kendra melihat ujung kaki sampai ujung kepala gue, gue sedikit risih dengan pandangan Kendra mencoba segera membangunkan lamunan Kendra. “ Hellow Ken, are you right?” kata gue dengan mengayunkan tangan gue ke depan mukanya.
“ kamu cantik banget Ganessa.” Hanya kata itu yang terlontar dari mulut kendra dan membuat gue sedikit malu mungkin muka gue sekarang sedang merah semerah lobster.
Gue dan Kendra jalan-jalan di sekitar setasiun kami banyak bercerita tentang kuliah kami, dan saat matahari kembali keperaduannya Kendra mengajak gue ke London Eye, kincir angin terbesar kedua. Ternyata antriannya sedikit panjang namun ini tidak menyurutkan semangat kami untuk menaiki London Eye yang bersebelahan dengan sungai Thames.
Giliran kami naik Kincir yang berkapasitas 4 orang tapi karna Kendra memohon pada petugas untuk menaikinya hanya berdua saja. Gue duduk berhadapan dengan Kendra yang selalu mengembangkan senyum manisnya saat gue menatapnya.
“ dari sini kita bisa melihat London dengan jelas apalagi kalau malem gini bangus banget ya Ken.” Kata gue dengan tersenyum yang tak bisa pergi dari wajah gue malam ini.
“ iya Sa, apalagi aku ngeliatnya pemandangan indah ini sama kamu.” Gue sedikit heran kenapa Kendra ngomong seperti itu.
Kendra bersimpuh di hadapan gue yang membuat gue otomatis terkejut, gue terheran kenapa kendra berbuat seperti ini.
“ Seharusnya aku ngomong ini dari awal Sa, maaf telah menunda ini. Aku sayang kamu Sa, lebih dari seorang sahabat. Aku mencintaimu Sa, dari awal kita bertemu aku sudah menaruh rasa padamu namun aku tak berani mengungkapan karna kita sudah terlalu dekat menjadi seorang  sahabat karna aku tak mau persahabatanku hancur dengan kata cinta. Tapi saat kita jauh aku selalu memikirkanmu, aku kehilangan sosokmu yang selalu ada buat aku. Tapi sekarang aku percaya bahwa kamu adalah wanita yang tepat untukku aku berhenti mencari cinta Ganessa Nasution.” Kendra mengeluarkan sesuatu dari kantung jaketnya. Yang ternyata sebuah kalung perak berliontin Bintang yang di tengah ada permatanya. “ kau mau menjadi kekasihku?” tanya kendra.
Gue tentu saja ingin menangis akhirnya gue tau apa yang Kendra rasa sama seperti yang gue rasa gue mencintai Kendra dan Kendrapun sebaliknya dia mencintai gue. tanpa gue sadari air mata meluncur dari kelopak mataku. Gue tersenyum dan mengangguk. Kendra memasangkan kalung itu dileher gue dan mencium kening gue dengan hangat. Sedetik kemudian Salju pertama di Bulan Desember turun. Musim Salju di Inggris tiba dengan salju turun dengan mengesenkan.
Kini gue dan Kendra menjadi sepasang kekasih di awal musim salju di Negara Inggris. Kami makan malam di sebuah cafe yang romantis sekali Kendra tidak melepaskan tangan gue sama sekali. Namun gue suka tangan Kendra yang hangat.
“ jadi kapan kamu balik Indonesia?.” Tanya gue setelah menelan habis steak yang ada di mulutku.
“ Senin aku pulang ke Indo, jadi kamu jangan nakal y akalau aku sedang jauh denganmu.” Kata Kendra bercanda.
“ siap komandan.” Kata gue lalu tersenyum.
“ tunggu aku ya 2 tahun lagi aku balik ke Indonesia dengan gelar sarjana, do’ain ya.”
“ pasti sayang, aku selalu mendo’akanmu tanpa kau minta sekalipun.” Gue hanya bisa tersenyum lagi.
Akhirnya setelah bertahun-tahun aku memendam, menyembunyikan semua ini rapi sekarang berakhir bahagia. Apa yang gue bilang dengan takdir bahwa jodoh tak akan kemana menjadi kenyataan, Kendra datang ke Inggris dan menemukan gue. kemudian kita menjadi sepasang kekasih thank for all God everything is awesome.
Waktu menunjukan pukul 10.00 PM kami masih sempat ke pusat penentuan waktu dunia jam terbesar di London, dingin menyergap membuat gue merapatkan baju hangat gue. Kendra berdiri dihadapan gue, ia mendekatkan wajahnya ke wajah gue dan yang kira gue akan mencium bibir gue ternyata dia mencium kening gue lagi dengan hangat. Dan ia memeluk gue rapat sekali yang membuat gue merasa hangat.
Tunggu gue Ken, 2 tahun aja tunggu gue, gue akan kembali, kembali kepelukan lo kembali menjadi kekasih yang baik buat lo, menjadi pendamping buat lo, Tunggu gue Ken.


TAMAT

Sebelumnya terima kasih Pada Tuhan yang Maha Esa, tanpa karuniaNya mungkin aku ga bakalan bisa menyelesaikan novel keduaku, ini di tulis hampir 2 tahun lalu, tepatnya tanggal 3 april 2013 - 9 februari 2015 cukup lama ya? semoga kalian menikmati karya terbaru saya. bisa di komen juga maklum masih baru jadi penulis huehehe ^_^ enjoy with my story ... Next Novel masih dalam pembuatan dan belum menemukan judul yang pas. :)

Season Change Musim Gugur


September berangin, yah itulah kata yang tepat untuk bulan september di Inggris. Angin berhembus kencang menerbangkan daun-daun sekitar kampus gue.
“hey Ganessa, Can you help me?” tanya temen gue bernama Genny.
“yes, what can I do for you?” jawab gue sibuk dengan rambut-rambut gue yang berkibar.
“I will absen for this class, because do you know? I want to party with my boy friend. Please collect this work.” Genny menyerahkan beberapa paper ke gue. “ Thanks Ganessa, sometime you can join party with us.” Katanya lagi dan berlalu.
Kadang gue heran dengan temen-temen yang kuliah di sini, mereka menghabiskan uang orang tua mereka untuk bermain-main. Yah contohnya Genny temen sekelas gue, gue tau kalau dia terlahir di keluarga yang menengah ke atas sama kaya gue, tapi setidaknya gue berbeda dalam hal otak, kemampuan gue masih di atas Genny.
Setelah hampir 4 bulan gue di Inggris gue sudah mengenal seluk-beluk Oxford, Gue tinggal di Apartemen deket Oxford dan satu kamar dengan Laura, manusia blasteran Inggris Indonesia, jadi kalau lagi di apartemen gue terbebas dari bahasa Inggris, Laura orangnya asik buat di ajak cerita, kami selalu berbagi cerita, dia seperti saudara perempuan yang tak pernah gue miliki.
Nathan dan Kirana sering banget nanyain kabar gue lewat sosial media, kalau Nathan kadang-kadang pake vidio call, orang tua gue 2 bulan sekali melakukan perjalanan bisnis ke Inggris sekalian nengokin gue, Kendra? Kendra gak tau kalau gue sekarang di Inggris. Dan gue sengaja gak ngebolehin orang-orang rumah atau sahabat-sahabat gue di Bandung untuk ngasik tau Kendra kalau gue ada di Inggris. Karna gue tau kalau Kendra jodoh gue dia bakalan nemuin gue di Inggris, dan gue percaya sama takdir.
“ Good morning everybody? How are you to day?” sapa dosen gue. “ now lesson, I’ll give you a information about last test, and Ganessa Nasution From Indonesia best grades. Congratulation for Ganessa amazing !” kata yang bikin gue terpesona seketika dengan orang bule ini, gue dapet nilai terbaik, bangga banget rasanya. Gue berdiri dan membungkukkan badan gue lalu di iringi tepuk tangan teman-teman sekelas gue lalu gue tersenyum dan kembali duduk masih dengan tersenyum.
Setelah kelas selesai hari ini, gue segera kembali ke apartemen yang tidak terlalu jauh dari kampus. Gue menyempatkan makan masakan Laura yang sudah disiapkan olenhnya tadi sebelum dia berangkat kuliah. Ya seperti biasa laura yang suka memasak akan masakin gue apa aja yang selalu akan gue makan karna masakannya termasuk masakan yang enak. Sambil makan gue membuka laptop dan mengoneksikan internet lalu gue buka obrolan chatingan gue, dan ternyata nathan lagi on.
Ganessa : hai nathan! I miss you like crazy ({})
Nathan : are you sure about that? Miss you too Ganessa :D
Genessa : hihi... really miss you, do you know? I get a great point for my last test. I am really happy :p J
Nathan : are you sure? I pround of you J, cie traktirannya kapan?
Ganessa : Nanti deh kalau pulang ke Indonesia gue bakalan neraktir lo sepuasnya sampe kenyang, asal lo yang minta duit ke bokap sama nyokap gue.
Nathan : sama aja boong kalo gitu, lo apakabar?
Genessa : nah lo sih dikit-dikit traktir nah gue mana ada duit apalagi di Inggris ini apa-apa mahal gitu :3, baik kok, gue makan dengan baik, gue tidur dengan baik, dan gue belajar juga dengan baik, ya lo tau sendiri itulah yang dilakukan anak-anak beasiswa. Lo juga apa kabar? Kirana masih sering ngumpul sama lo kan?
Nathan : nah kan gue adalah manusia yang paling suka di teraktir hoho :p, kaya berapa tahun aja lo kenal gue Sa. Bagus deh disana masih sering hunting foto? Gue ya begini-begini aja ga pernah ada perubahan, dan juga jarang kumpul sama kirana karna gue sibuk akhir-akhir ini.
Ganessa : iya gue tau lo dengan baik juga kok Than, masih kok ya tiap kalo ga ada kuliah gue selalu jalan-jalan sama Laura temen satu apartemen gue, dia cantik lo Than, lo mau kenalan? Sibuk apa sih anak IT ini?
Nathan is offline now.

Gue mengendus kesal kala lagi asyik chatting Nathan lalu Off, tuh anak tetep aja pikir gue sering banget ninggal saat chating.
***
Mungkin kau dan aku adalah takdir, bukan takdir sekarang tapi takdir masa depanku. Aku Menunggumu kembali, Namun Biarkan takdir yang mempertemukan kita.
Kendra sedang sibuk dengan buku dan laptopnya hari ini dia akan presentasi dan mempersiapkan bahannya. Ia sangat serius dengan studynya. Sampai ia tak menyadari kehadiran Laras yang membawa segelas kopi panas untuk Kendra. Saat Kendra mulai tersadar ada yang memperhatikannya. Ia memalingkan mukanya.
“aku suka memperhatikan muka kamu kalau lagi serius kaya gini, kamu terlihat jenius. Ini ada kopi kesukaan kamu, tadi aku beli buat kamu.” Kata Laras dengan menyodorkan gelas panas penuh dengan asap yang mengepul.
“ terima kasih tapi sebaiknya kamu jangan repot-repot juga. Tapi ini aku minum ya.” Jawab kendra dengan mata kembali terkonsen dengan laptopnya kembali.
“ kamu kaya orang lama  deh sama aku, jangan sungkan sungkan kaya gini dong, jangan hanya karna aku pernah bilang suka sama kamu, kamu jadi canggung gini ke aku. Kan aku jadinya gak enak.” Terang Laras, Kendra menatap mata Laras mencari kejujuran dalam ucapannya. Kendra tersenyum dan kembali ke tugas-tugasnya.
Laras hanya bisa menatap Kendra lama, menikmati lekuk-lekuk wajahnya yang menurutnya proposional, mata Kendra yang teduh membuatnya semakin enak di pandang.
“jangan sering-sering natap aku kaya gitu nanti kamu ga bisa move on lagi dari aku.” Canda Kendra, lalu ia melihat gerak-gerik Laras yang mulai gelagapan tak karuan.
“ ahh kamu bisa aja, ya uda aku masuk kelas dulu ya. Nanti pulang bareng lagi, aku lagi males naik angkot, BBM naik jadi aku nebeng aja.” Katanya lalu pergi, Kendra hanya bisa menatap dan tersenyum sebelum kembali dengan tugas-tugasnya.
Tiba-tiba suara handphone di sebelah laptop kendra berbunyi,ternyata dari teman satu kampusnya.
“Ken, besok shooting ya, di gedung sate Bandung, jadi gue harep lo nyiapin peralatan-peralatan yang sudah di list saat rapat kemaren lusa.”
“dadakan banget sih kalo ngomong bukannya kesepakatan kita minggu depan baru shooting ya?”
“ iya Ken, soalnya minggu depan anggota kelompok pada gak bisa, dan gue lihat jadwal minggu ini banyak yang kosong. Lo kosong juga kan? Lebih baik juga ga nunda-nunda shooting ini biar bisa cepet ke fase editing.”
“iya deh, kalo gitu. Langsung kumpul di gedung sate apa gimana nih? Gue bawa mobil sendiri deh.”
“ kita kumpul di kampus aja ken, jam 6 pagi ya. Biar yang bawa motor bisa ikutan anak-anak yang bawa mobil.”
“ oke deh sip, ya udah gue sibuk gue tutup ya telponnya.” Kendra memencet tombol off. Lalu mengendus kesal, Kendra adalah tipe orang yang tidak suka jika ada pemberitahuan dadakan seperti ini.” Ia kembali ke kesibukannya.

Nathan sedang sibuk dengan camera-cameranya meskipun dia anak IT dan bukan anak Komunikasi dia tetep saja sering memainkan camera DSLRnya. Dia sejak SMP suka banget dengan dunia photography yang kini ditularkan ke Ganessa. Ia bersama teman-temannya sedang beristirahat di sebuah bangku di taman tersebut, tiba-tiba ada yang menyapanya dengan memukul pundaknya, Nathan menoleh ke arah seseorang yang tepat di depannya.
“ ehh lo Kendra kan?” Nathan sebenarnya tidak lupa dengan Kendra yang setiap saat dilihatnya di laptop, dompet maupun hape Ganessa.
“ iya lo inget sama gue? Lo satu kampuskan sama Genessa. Kalo gue boleh tau dimana dia sekarang.”
“di... dia lagi ada kuliah sekarang.” Jawab Nathan gugup karna dia sedang berbohong.
“ ohh, okey. Gue boleh tau alamat kos kosannya di Bandung? Lo tau kan pasti.” Kata Nathan menyelidik.
Tiba-tiba Handphone Nathan berbunyi, dan ia cepat memalingkan dari pertanyaan yang kendra ajukan. Tepat banget ini telpon bunyinya, batin Nathan.
“iya Kirana? Ada apa?”
“ di depan lo itu kendra bukan? Gue jarak 10 meter dari lo, lihat arah jam 12. Sepertinya lo lagi dalam kesulitan sebaiknya lo pergi ke arah gue dan kita kabur bareng-bareng.” Nathan menatap jauh di depannya ada seorang wanita, ya itu Kirana.
“ oke, gue kesana sekarang lo tunggu gue ya.” Lalu Nathan menutup telponnya dan berdiri. “ soory Ken, gue harus ke temen gue udah nungguin.” Lalu Nathan berpamitan pada teman-temannya yang sedang duduk. Nathan menghembuskan nafas panjang menandakan lega bisa kabur dari pertanyaan yang gak bisa dia jawab. Karna nathan sudah berjanji pada Ganessa tidak akan memberitau dimana Essa sekarang berada.
Kendra heran dengan sikap Nathan yang sepertinya menghindari pernyataan dari Essa, Kendra metap punggung Nathan yang kokoh dan hilang dari pandangan.
“ ehh kalian temen-temennya Nathan kan? Kalian taukan dimana kos-kosan Ganessa.” Kendra tetap tak patah semangat untuk mencari kos-kosan Essa di Bandung, ini juga karna di suruh mamanya untuk nengokin Ganessa.
“ sorry bro, emang kita temennya Nathan, tapi kita-kita gak tau dimana tempat kos Ganessa, toh kita juga gak terlalu deket dengan Ganessa.” Jawab teman-teman Nathan yang membuat hati Kendra kecewa.
“ oke deh bro, thanks ya gue balik dulu.” Kata Kendra yang hanya disambut dengan senyuman.
“mama, maaf aku ga bisa nemuin kos-kosan Ganessa. Tadi aku ketemu temen SMA yang satu kampus tapi dia ga bisa ngasih info apa-apa. Maaf ya ma. Jadi makanan yang tadinya buat Ganessa, Kendra makan aja ya Ma. Laper gitu.” Send mama. Dengan nafas berat ia mengirimkan pesan singkat ke mamanya.
Kendra mulai sibuk dengan tripot dan cameranya, hari ini akan jadi hari yang melelahkan pikir kendra, karna dia tau shooting adalah hal yang sangat melelahkan. Kendra sebenarnya banyak pikiran, ia memikirkan dimana Ganessa sekarang tak tau mengapa ia berfikir bahwa Nathan sedang merahasiakan dimana Ganessa berada.
“Ken, focus dong kita harus selesai sebelum matahari tenggelam. Jangan sering-sering cut dong” tegur teman Kendra.
“ sorry ya sorry gue mau fokus susah, gue cari udara seger dulu bentar sepuluh menit lagi gue balik. Lo bisa lakuin tugas gue kan.”
“ iya deh gue bisa cepet balik ya jangan lama-lama juga nanti temen-temen yang lain pada sirik lagi.”
“thanks ya lo temen baik.” Kendra memeluk temen perempuannya itu.
***
Musim gugur membuat gue tak betah berada lama-lama diluar ruangan, gue selalu mencari tempat yang ada penghangat ruangan. Seperti perpustakaan, gue mengambil beberapa buku yang ingin gue baca dan gue duduk di ubin belakang pojok perpustakaan yang selalu sepi dari pengunjung, rasanya gue inget sesuatu gue sepertinya pernah melakukan hal yang sama seperti ini hanya dulu ada Kendra yang bersama gue.
Ahh Kendra rasanya sudah bertahun-tahun gue tak melihatnya, nampaknya gue merindukan sosoknya. Sekarang dia lagi apa ya? Lagi dimana? Sama siapa? Apa dia baik-baik aja. Kini Kendra memenuhi otak gue. Gue selalu berharap dia akan nemuin gue Inggris dan dia adalah jodoh gue.
Seseorang datang dan duduk di sebelah gue, ternyata dia juga temen beasiswa gue asal Bengkulu namanya Yayan dia orang yang menyenangkan dan menurut gue, gue nyaman saat dia dideket gue.
“ lo ngapain disini, mojok aja.” Tanyanya dengan logat batak yang kental
“ baca buku lah, menurut lo? Ya sambil ngangetin badan sih kan ruangan ini punya pemanas gak kaya di apartemen gue. Makanya gue kesini. Nah lo apa kabar? Ngapain lo disini?”
“ ini tempat favorit gue kalau lagi baca buku, sepi jarang oarang lewat sini dan gue suka disini.”
“ ohh, jadi ini tempat favorit lo? Oke mulai sekarang lo harus terbiasa ini juga tempat favorit gue.” Kata gue dengan terkekeh. Dan Yayan hanya tersenyum.
Well, gue dan Yayan membaca buku bersama hanya saja sudah tak ada percakapan antara gue dan dia, kami hanya terpaku dengan buku yang kami baca.
Hampir satu jam gue baca buku yang isinya semua bahasa Inggris dan akhirnya gue memutuskan pulang dan meninggalkan Yayan sendiri di pojok perpustakaan. Saat gue keluar dari perpustakaan angin yang berhembus kencang sudah menyambut gue dengan ramah, gue merapatkan jaket gue agar tak kedinginan dan segera beranjak ke apartemen gue.
Di apartemen Laura sedang menonton tv dan dengan kertas serta buku-buku yang berantakan di depannya. “ tugas dari dosen lagi?” tanya gue sambil membuka lemari es.
“ iya nih, gila banyak banget tugas gue pening rasanya, lo dari mana tumben jam segini baru nyampek?”
“ gue dari perpustakaan, ya lo taukan gue orang berdarah panas jadi gue mencari kehangatan di sana.” Jawab gue dengan bercanda.
“ ohh jadi lo nyari ruangan yang ada pemanas ruangannya? Ehh itu tadi gue masak terus gue sisain buat lo.”
“ wah, thanks my best housemate love you more.” Jawab gue dan mencium pipi Laura, dan gue segera menuju meja makan dan dengan cepat melahap masakan Laura yang pas banget sama lidah gue.
***
“ ehh Ken, liat deh jurusan kita ngadain Study tour ke salah satu pembuatan film terbaik di Inggris, lo mau ikut gak? Kesempatan bagus nih buat belajar sekaligus jalan-jalan keluar negri.” Kata Dani setelah melihat papan pengumuman.
“ boleh banget nih, but berapa htmnya? Kalo mahal pasti banyak yang gak ikut kan kasian.”
“ cukup murah kok, kan sebagian di tanggung sama kampus gak lebih dari lima juta. Jadi lo mau ikut gak?”
“ siap gue ikut, gue bilang orang tua gue deh nanti. Toh kalo segitu tabungan gue bisa kepake sekarang.” Jawabnya dan berlalu pergi.
Kendra memutuskan untuk ikut ke Inggris nambah-nambah Ilmu pikirnya, ia akan segera membicarakan ini dengan kedua orang tuanya, Inggris I’am coming kata Kendra dalam hati.
Sebelum keberangkatan ke Inggris seluru peserta Study tour harus mengurus paspor, visa dan lain-lainnya. Sedangkan kendra hanya mengurus visa kendra sudah lama memiliki passpor dan passpor kendra masih berlaku, meski masih kurang 1 bulan lagi namun kendra sudah menyiapkan barang-barangnya mulai baju musim dingin, obat-obatan, makanan ringan Indonesia dan yang lain-lain.
Di ramalkan bahwa saat Kendra study Tour ke Inggris, Inggris akan mengalami musim salju, jadi Kendra menyiapkan segala sesuatunya dengan rapi dan lengkap.
***
To be Continue ..... Season Change Musim Dingin dan Musim yang terakhir 

Rabu, 11 Februari 2015

Konfigurasi DHCP SERVER (Dynamic Host Configuration Protocol)

Ini saya posting salah satu materi produktif yang telah di ajarkan oleh guru saya beberapa bulan yang lalu, ini cara konfigurasi simpel DHCP server menggunakan debian 6 di vmware, agar laptop atau computer client bisa koneksi dengan internet secara automatis atau dengan kata lain tidak lahi custom ip address.


DHCP SERVER
(Dynamic Host Configuration Protocol)

1.    Os Linux sudah terinstall.
2.    Cek konfigurasi ip dengan perintah nano /etc/network/interfaces
3.    Install paket DHCP Server dengan perintah apt-get install dhcp3-server
4.    Mengedite file config dhcpd.conf dengan perintah nano /etc/dhcp/dhcpd.conf
5.    Cari kata slightly (tekan keyboard Ctrl + w à A slightly)
6.    Hapus tanda #  di bawah tulisan slightly sampai tanda }
7.    Save dengan perintah CtrlX à Y à enter
8.    Jangan lupa setelah melakukan konfigurasi untuk merestart DHCP Server. /etc/init.d/isc-dhcp-server restart
9.    Setting Virtual Networknya.
10. Arahkan ke Vmnet8 dan hilangkan tanda centang pada DHCPnya.
11. Setting pada computer client agar mendapatkan ip secara automatis.
12. Uji coba apakah komputer client sudah mendapatkan ip secara automatis.
13. Uji coba pada web browser.

Semoga bermanfaat ya .. berbagi ilmu dan cerita itu menyenangkan :) ^_^

KONFIGURASI WEBMAIL DAN MAIL SERVER

 Ini saya mau ngeshare cara konfigurasi webmail dan mail server menggunakan debian6 di vmware. silahkan di coba !
   A.   SCAN CD 2
Scan CD digunakan untuk membaca CD2 agar kita dapat melakukan konfigurasi selanjutnya di debian 6
1.    Apt-cdrom add
Digunakan untuk menscan cd
2.    Nano /etc/apt/source.list
Untuk mengetahui cd yang telah di baca
3.    Install packet postfix (apt-get install postfix)
Masukkan CD 1 untuk menginstall packet ini
Langsung pilih Ok
Pilih Internet site lalu enter
Ketikan nama DNS server lalu Ok
4.    Install Squirrelmail (apt-get install squirrelmail)
Masukkan CD 2 pada proses ini
5.    Install Courier-imap (apt-get install courier-imap)
Masukkan CD 1 untuk install package ini.
6.    Install Courier-pop (apt-get install courier-pop)
install Package
Masukkan binary 1 pada proses install package courier-pop
Pilih apa saja pada tabel peringatan tersebut. Bisa No atau juga yes
   B.   KONFIGURASI POSTFIX
           1.    Nano /etc/postfix/main.cf
File yang diganti/ditambahkan adalah di bawah sendiri
·         Myhostname
·         Mydomain
·         Myorigin
·         Mydestination
·         Mynetworks
·         Memberikan tanda # di depan mailbox_command (untuk mendisable)
·         Tambahkan home_mailbox = Maildir/
   C.   MEMBUAT FILE MAILDIR
1.    Membuat file maildir yang letaknya di skel.
2.    Ketik : maildirmake Maildir/
3.    ls untuk melihat hasil file yang telah dibuat
   D.   KONFIGURASI SQUIRRELMAIL
1.    Disini kita hanya menyeting domain dan setting courier
2.    Pilih 2 untuk server setting lalu enter
3.    Ketik 1 untuk konfigurasi domain isi dengan DNS anda
4.    Ketik R untuk kembali ke menu utama
5.    Ketik d untuk menyetting courier
6.    Ketikkan courier
7.    Ketik s untuk menyimpan konfigurasi
8.    Ketik q untuk keluar
   E.   KONFIGURASI APACHE
1.    Ketik : nano /etc/apache2/apache2.conf
2.    Tambahkan Include /etc/sequirrelmail/apache.conf pada line terbawah.
   F.   MENAMBAHKAN USER
1.    Ketik : adduser (nama user 1) à masukkan password.
2.    Ketik : adduser (nama user 2) à masukkan password
3.    Reboot sistem operasi
   G.   CEK KONFIGURASI
1.    Ketik : links ipserver/squirrelmai
2.    Konfigurasi telah berhasil
3.    Ketik : nano/squirrelmail/apache.conf
4.    Hapus tanda # mulai VirtualHost pembuka sampai VirtualHost penutup. Untuk membuka port tambahan *:80 à pada ServerName ganti dengan alamat mailnya (mail.juljul.com) à simpan
   H.    KONFIGURASI DI BIND9 untuk menambahkan sub domain
1.    Masuk pada bind à masuk pada db.juljul.com
2.    Tambahkan alamat mail.
3.    Masuk pada db.192
4.    Tambahkan alamat mail
5.    Masuk  ke resolv.conf
6.    Tambahkan search dan domain mail.juljul.com
7.    Restart bind9
   I.   Cek dengan ns lookup
                nslookup ip address (192.168.120.1)
                nslookup dns (juljul.com)
   J.   CEK EMAIL PADA WEB BROWSER
1.    masukan user jazila à password
2.    tampilan awal pilih compose untuk send email
3.    ketikan pesan kirim pada juliandm@juljul.com
4.    masuk pada user kedua juliandm à password
5.    Ada satu mail dari user 1 yang berhasil mengirim email ke user 2
6.    isi mail dari user 1
7.    Berikan balasan pada user 1 dari user 2
8.    Balasalan dari user 2 sudah masuk pada mail user 2