Jumat, 02 Desember 2016

Entah Apa Yang Sedang Aku Rasa

Entah bagaimana awalnya, entah bagaimana mulanya.
Kami dapat mengenal satu sama lain.
Kami dapat dekat satu sama lain.
Awalnya ku kira aku hanya mengaguminya 
Namun nyatanya aku menyukainya.

Hanya suka tidak ada yang lain. 
Saat aku bertemu banyak orang, aku mulai menghilangkan rasa itu
Karena aku tidak mencintainya
Namun seiring berjalannya waktu semua kembali berbeda

Entah apa yang sedang aku rasa
Entah apa yang sedang aku pikirkan
Tatapannya...
Senyumannya...
Wajahnya...
Cara bicaranya...
Matanya..
Seakan semua berbeda dari yang awal

Entah apa yang sedang aku rasakan 
Entah apa yang sedang aku pikirkan
Aku hanya ingin semua tidak ada halangan.

Kamis, 17 November 2016

Saat Aku Mengenalmu

Saat aku mengenalmu semua duniaku seakan berubah
Mengenalmu membuatku melupakan akan yang terdahulu
Mengenalmu membuatku melihat bahwa begitunya indahnya cinta
Duniaku penuh dengan namamu, penuh dengan bayanganmu
Mengenalmu membuat duniaku penuh dengan keindahan
Keindahan yang tidak dapat dilihat oleh mata namun hanya dapat dilihat dalam hati
Saat aku mengenalmu membuatku menyadari bahwa aku mulai mencintaimu

Jumat, 04 November 2016

Mahasiswa Baru

Assalamu'alaikum wr.wb

Hai!!! sudah lama tidak mengunjungi blog, karena kesibukan mahasiswa baru sangat padat. And Now aku adalah Mahasiswa di salah saru Universitas Swasta bergensi di Malang, mungkin tidak hanya di Malang tapi di Indonesia juga.
Bisa di lihat di postingan sebelumnya aku sekarang mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Malang, aku mengambil jurusan Ilmu Komunikasi jurusan yang melenceng dari basic ku yang seorang IT, but everything has change dan ini pilihanku. 
Jadi Mahasiswa itu selalu ada plus minusnya, enaknya punya banyak teman, dapat ilmu baru, dapat pengalaman baru. kalau gak enaknya juga sama seperti pelajar pada umumnya, banyak tugas, ada ujiannya pula. tapi kita harus menjalani sesuatu dengan ikhlas. 
Aku hidup di tempat baru, lingkungan baru dan yang pasti mendapat cerita baru dan cinta yang baru. tapi saat cinta itu belum mekar dengan indah aku harus melihatnya layu, dan itulah yang dinamakan hidup. Datang dan pergi sudah menjadi hal yang biasa. namun sekarang apakah kita siap untuk di tinggal pergi atau kita siap untuk pergi. 
Dan perjalananku masih banyak dan suatu hari nanti akan ada lagi orang yang datang dan pergi didalam kehidupan aku. apakah dia berhenti untuk waktu yang lama, atau hanya untuk berhenti sementara. who's know?.
Selamat membaca my readers, it's my diary!!! :)

Wassamalamu'alaikum wr.wb

Jumat, 03 Juni 2016

LINK Fakultas dan Jurusan di UMM, dan Link Fakultas teman-teman

Fakultas Agama Islam
 http://agamaislam.umm.ac.id

Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Fakultas Hukum

Ilmu Kesehatan 
Ilmu Sosial dan ilmu politik
Fakultas Kedokteran

Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Fakultas Pertanian dan Perternakan
Psikologi 

Fakultas Teknik
Link Teman-teman. 

Fasilitas yang disediakan UMM untuk Indonesia

Masjid AR. Fahruddin dan SPBU UMM
Masjid AR. Fahruddin dan SPBU UMM berada di dekat kampus III UMM, Fasilitas Masjid dan SPBU juga dapat di gunakan untuk umum, Masjid AR. Fahruddin dapat menampung 5000 jema'ah dan sebagian di bawah Masjid di gunakan untuk ruang kuliah AIK dan sebagian digunakan untuk BANK.


Taman Rekreasi Sengkaling dan Sengkaling Kuliner
Taman rekreasi sengkaling di kelolah oleh pt Taman bentoel dan menjadi salah satu fasilitas umm. Dan sengkaling kuliner di buat untuk memuaskan warga malang yg suka dengan kuliner. 



Rumah Sakit UMM dan Masjid KH. M. Bedjo Darmolaksono 
Rumah sakit UMM adalah salah satu fasilitas usaha yang dimiliki UMM selain untuk merawat orang sakit, Rumah sakit UMM juga digunakan untuk majasiswa fakultas kedokteran dan fakultas kesehatan kuliah dan praktek langsung di rumah sakit milik UMM. 
Di rumah sakit UMM juga menyediakan sarana ibadah yaitu masjid  KH. M. Bedjo Darmolaksono, yang berarsitekkan bangunan layaknya klenteng, masjin ini dapat menampung sampai 300 orang jema'ah.



Hotel UMM / UMM Inn
UMM Inn adalah hotel pendidikan pertama di Malang. Hotel ini berada 3 mil dari pusat kota Malang dan dekat dengan Kota Batu. Hotel ini juga merupakan tempat sempurna untuk pertemuan, konferensi, dan seminar sekaligus menyediakan pelayanan yang mudah yang bagi kebutuhan berbagai tema pesta yang sesuai dengan kebutuhan.
Pengunjung akan bisa menikmati perpaduan nuansa elegan yang bercitarasa modern, nyaman, dan bernuansa klasik dari 40 ruang tamu dan suite yang unik.


Book Store UMM
Book store UMM di sediakan  untuk mahasiswa mencai buku ataupun membeli peralaan tulis, tidak hanya mahasiswa namun selain mahasiswa juga dapat memanfaatkan fasilitas ini.

Tentang Ilmu Komunikasi UMM





ilmu komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang memiliki tiga konsentrasi, yaitu AV atau audio visual, PR atau public relations dan jusrnalistik. Sepengetahuan saya, prodi ilmu komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang adalah prodi yg terakreditasi paling baik dibanding kampus lain di Malang yang juga sama-sama memiliki prodi Ilmu Komunikasi. tiap tahunnya, jumlah mahasiswa yang mendaftar di jurusan ini juga selalu meningkat.


Pada tahun 2013 Prodi Ilmu Komunikasi berhasil MEMPERTAHANKAN akreditasi A berdasar Surat dari Badan Akreditasi Nasional  Perguruan Tinggi (BAN-PT) 106/SK/BAN-PT/Ak-XV/S/IV/2013. Hal ini melengkapi capaian akreditasi institusi yang juga bernilai A. Pretasi lain, Prodi ini juga mendapatkan predikat Prodi terbaik tingkat universitas (sumber: umm.ac.id). 

didalam jurusan komunikasi ini, juga memiliki kelompok peminat kajian, Misalnya ada PR Club dan Eskalator (peminat kajian Public Relations), Journalistic Club (peminat kajian jurnalistik), AV Club (peminat kajian Audio Visual), Kociris (peminat kajian Riset Komunikasi), disamping ada Himpunan Mahasiswa Komunikasi (HIMAKOM) dan Jurnalistik Fotografi Club (Jufoc) (sumber: umm.ac.id)


Sumber : laudira.blogspot.com

Sekilas tentang Universitas Muhammadiyah Malang

Universitas Muhammadiyah Malang berdiri tahun 1964. dengan seiring waktu kampus yang memiliki selogan " Jas Merah Kampus Putih" memeliki 3 Kampus yaitu Kampus I di Jl. Bandung No 1 Malang, Kampus II di Jl. Bendungan Sutami 188A Malang, dan Kampus III di Jl. Tlogomas No. 246 Malang.  Dan pada tahun 2016 UMM di nobatkan sebagai PTS terbaik di Jawa Timur, mahasiswanya puluhan ribu dan dari seluruh penjuru Indonesia, dan dari luar negeri.



Informasi Unik Selama kegiatan PATI

PATI adalah kegiatan wajib yang di peruntukan untuk maba di Universitas Muhammadiyah Malang, kegiatan ini di adakan setiap tahun oleh UMM, tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi teknologi kepada mahasiswa baru agar tidak gagap teknologi. karena beberapa kegiatan di UMM menggunakan sistem teknologi yang cangih. 
Meskipun awalnya banyak halangan sekarang dengan adanya kegiatan ini menjadikan kita mahasiswa baru sudah mengenal seluk beluk teknologi di UMM, jadi nanti saat kita sudah mulai kuliah di UMM pelatihan ini akan sangat bermanfaat. 

Perkembangan dan Kemajuan Teknologi

Perkembangan dan kemajuan teknologi di Indonesia sangat pesat. Contohnya perkembangan komputer di mulai dari super komputer yang sangat besar sekarang menjadi laptop yang ukurannya lebih kecil dan mudah di bawa kemana-mana. 
Komputer memiliki banyak fungsi yang sangat bermanfaat bagi kegiatan manusia, untuk membantu manusia mengerjakan tugas kantor, sekolah, kuliah dan lain-lain. 
ini adalah gambar komputer dan masa ke masa. 

Dan mungkin 10 tahun kemudia komputer di dunia ini akan menjadi lebih unik dengan banyak feature dan lebih ringan. Dan semoga manusia-manusia di bumi lebih bijak dalam menggunakan teknologi yang lebih cangih,

Kamis, 02 Juni 2016

Ciri Khas Malang

Setiap kota di Indonesia selalu mempunyai ciri khas masing-masing begitupun dengan Malang, Malang mempunyai ciri khas tersendiri. yang paling terkenal dari Malang adalah bahasa walikan / kebalikan yang tidak dimiliki oleh kota lain di Indonesia. 
Setau saya bahasa kebalikan ini sudah ada sejak zaman Belanda menyerang Indonesia bahasa ini digunakan oleh pribumi untuk mengelabuhi musuh, agar mereka tidak tau apa yang pribumi bicarakan. 
contoh bahasa walikan/ kebalikan : 
  • Saya - ayas
  • Kamu - Umak
  • Tidur - rudit
  • Singo - ongis
  • Edan - Nade
  • Makan - nakam
Dan masih banyak lagi kata-kata kebalikan yang ada di Malang. Sebagai warga Indonesia yang baik kita harus menghargai bahasa daerah yang kita punya dan melestarikan apa yang daerah kita punya.

Rabu, 01 Juni 2016

Makanan Khas Malang (Tugas PATI shift 4 2016)

B.     Makanan Khas Malang
Daerah Malang, selain terkenal sebagai kota pelajar, kota budaya, dan kota wisata, juga populer dengan menu kuliner yang khas. Sejumlah makanan khas Malang memiliki keunikan tersendiri, baik dari campuran bahan yang digunakan, cara pengolahan, serta citarasa yang khas. Jika Anda sedang berlibur ke Malang, tidak perlu khawatir akan kelaparan karena tersedia aneka makanan khas Malang yang menggugah selera dan dijamin membuat Anda ketagihan. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini adalah sejumlah makanan khas Malang yang direkomendasikan bila Anda melakukan kunjungan wisata Malang. Beberapa makanan khas Malang sebagai berikut:

a.       Nasi Goreng Mawut
Mendengar namanya mungkin orang akan tersenyum geli. Memang nama yang cukup aneh. Tapi jangan salah, sekali mencicipi Anda pasti ketagihan. Kata Mawut, dalam bahasa Jawa artinya berserakan atau berantakan. Jadi, Sego Goreng Mawut berarti nasi goreng yang berantakan.
Sego Goreng Mawut sebenarnya adalah nasi goreng biasa, hanya saja kali ini dipadukan dengan bahan lain, yaitu mie goreng. Tekstur nasi goreng yang lembut ditambah dengan mie goreng kenyal menghasilkan citarasa makanan yang sangat lezat. Warna coklat cerah dari campuran saos dan kecap disempurnakan dengan toping acar serta daun selada. Makanan khas Malang yang satu ini terlalu sayang jika tidak dinikmati ketika berkunjung ke Malang. Sego Goreng Mawut sangat mudah ditemukan di berbagai sudut kota Malang. Ingin mencoba mencicipi Sego Goreng Mawut yang lezat? Datang saja di warung makan Pak Iwan di Jalan Aris Munandar, Kawasan Alun-Alun Malang.

Nasi Goreng Mawut / Sego Goreng Mawut

b.       Rawon

Mungkin kuliner khas Malang yang satu ini tidak asing lagi karena cukup mudah didapat di luar daerah Malang. Rawon sebenarnya adalah sup daging sapi namun kuahnya berwarna hitam karena menggunakan bumbu kluwak. Citarasa alami khas Indonesia terasa lebih kuat karena makanan ini diracik dengan bumbu-bumbu tradisional, seperti bawang merah, bawang putih, lengkuas, kunyit, serai, ketumbar, cabe, dan minyak nabati.

Sebenarnya Rawon adalah makanan khas Jawa Timur. Jika ingin mencicipi Rawon kuah lezat dengan citarasa yang kuat, Anda dapat mengunjungi Depot Rawon Nguling di Jalan Zaenal Arifin No. 62 Malang.

Anda akan dihidangkan sajian Rawon yang istimewa dengan potongan-potongan daging sapi yang besar dan empuk, kuahnya yang tidak terlalu pekat, serta tidak mengandung banyak lemak.

Rawon

c. Bakso
       Bakso adalah salah satu makanan yang paling terkenal di kota malang, namun karena kemajuan zaman. Bakso tidak lagi hanya dijual di Malang, namun sudah di kenal di seluruh pelosok Indonesia. Bakso berbahan dasar dari daging yang di bentuk bulat-bulat. dengan kemajuan zaman juga bakso sudah semakin banyak variannya, mulai dari Bakso Udang, Bakso Ikan, Bakso Jamur, dan masih banyak lagi.
        Tempat-tempat yang menyajikan Bakso sebagai menu andalannya adalah bakso presiden, bakso kota cak man, bakso bakar pahlawan trip dan masih banyak bakso yang tersebar dipenjuru malang.


Masih banyak lagi makanan khas di Malang, ataupun juga makanan yang berkembang di Malang. Malang merupakan salah satu tempat destinasi pariwisata yang bagus untuk dikunjungi. Malang juga salah satu tempat tujuan untuk berwisata kuliner, bagi anda yang suka kuliner tentunya. mulai dari harga yang sangat terjangkau, sampai tempat yang bisa di kunjungi oleh kaun menengah keatas. tidak hanya makanan modern tapi juga makanan tradisional juga banyak dijual di Malang.
Selamat Berkunjung ke Malang... Destinasi terbaik untuk berlibur.... !!!!!

Selasa, 31 Mei 2016

Tentang Malang ( Tugas PATI shift 4 tahun 2016)

SA. Sejarah kota Malang
Adalah seorang raja yang bijaksana dan amat sakti, Dewasimha namanya. Ia menjaga istananya yang berkilauan serta dikuduskan oleh api suci Sang Putikewara (Ciwa). Berbahagialah sang Raja Dewasimha karena dewa-dewa telah menganugerahkan dalam hidupnya seorang putera sebagai pewaris mahkotanya. Putra yang kemudian menjadi pelindung kerajaan itu bernama Liswa atau juga dikenal sebagai Gajayana. Adalah Gajayana seorang raja yang begitu dicintai rakyatnya, berbudi luhur dan berbuat baik untuk kaum pendeta serta penuh baktu sesungguh-sungguhnya kepada Resi Agastya.
Sebagai tanda bakti yang tulus kepada Resi tersebut, sang Raja Gajayana telah membangun sebuah candi yang permai untuk mahresi serta untuk menjadi penangkal segala penyakit dan malapetaka kerajaan. Jikalau nenek moyangnya telah membuat arca Agstya dari kayu cendana, maka Raja Gajayana sebagai pernyataan bakti dan hormatnya telah memerintahkan kepada pemahat-pemahat ternama di seantero kerajaan untuk membuat arca Agastya dari batu hitam nan indah, agar semua dapat melihatnya. Arca Agastya yang diberi nama Kumbhayoni itu, atas perintah raja yang berbudi luhur tersebut kemudian diresmikan oleh para Regveda, para Brahmana, pendeta-pendeta terkemuka dan para penduduk negeri yang ahli, pada tahun Saka, Nayana-Vava-Rase(682) bulan Magasyirsa tepat pada hari Jum’at separo terang.
Ia Raja Gajayana yang perkasa itu adalah seorang agamawan yang sangat menaruh hormat kepada para pendeta. Dihadiahkannya kepada mereka tanah-tanah beserta sapi yang gemuk, sejumlah kerbau, budak lelaki dan wanita, serta berbagai keperluan hidup seperti sabun-sabun tempat mandi, bahan upacara sajian, rumah-rumah besar penuh perlengkapan hidup seperti : penginapan para brahmana dan tamu, lengkap dengan pakaian-pakaian, tempat tidur dan padi, jewawut. Mereka yang menghalang-halangi kehendak raja untuk memberikan hadiah-hadiah seperti itu, baik saudara-saudara, putera-putera raja, dan Menteri Pertama, maka mereka akan menjadi celaka karena pikiran-pikiran buruk dan akan masuk ke neraka dan tidak akan memperoleh keoksaan di dunia atau di alam lain. Ia, sebaliknya selalu berdoa dan berharap semoga keturunannya bergirang hati dengan hadiah-hadiah tersebut, memperhatikan dengan jiwa yang suci, menghormati kaum Brahmana dan taat beribadat, berbuat baik, menjalankan korban, dan mempelajari Weda. Semoga mereka menjaga kerajaan yang tidak ada bandingannya ini seperti sang Raja telah menjaganya.
Raja Gajayana mempunyai seorang puteri Uttejena yang kelak meneruskan Vamcakula ayahandanya yang bijaksana itu.
Cerita di atas diangkat sari satu prasasti yang bernama “Prasasti Dinaya atau Kanjuruhan” menurut nama desa yang disebutkan dalam piagam tersebut. Seperti tertulis di dalamnya, prasasti ini memuat unsure penanggalan dalam candrasengkala yang berbunyi : “Nayana-vaya-rase” yang bernilai 682 tahun caka atau tahun 760 setelah Masehi.
Apabila prasasti itu dikeluarkan oleh Raja Gajayana pada tahun 760 sesudah Masehi, maka paling tidak prasasti itu merupakan sumber tertulis tertua tentang adanya fasilitas politik yakni berdirinya kerajaan Kanjuruan di wilayah Malang. Tempat itu sekarang dikenal dengan nama Dinoyo terletak 5 km sebelah barat Kota Malang. Di tempat ini menurut penduduk disana, masih ditemukan patung Dewasimha yang terletak di tengah pasar walaupun hampir hilang terbenam ke dalam tanah.
Malangkucecwara berasal dari tiga kata, yakni : Mala yang berarti segala sesuatu yang kotor, kecurangan, kepalsuan, atau bathil,Angkuca yang berarti menghancurkan atau membinasakan danIcwara yang berarti Tuhan. Dengan demikian Malangkucecwara berarti “TUHAN MENGHANCURKAN YANG BATHIL”.
Walaupun nama Malang telah mendarah daging bagi penduduknya, tetapi nama tersebut masih terus merupakan tanda tanya. Para ahli sejarah masih terus menggali sumber-sumber untuk memperoleh jawaban yang tepat atas pernyataan tersebut di atas. Sampai saat ini telah diperoleh beberapa hipotesa mengenai asal-usul nama Malang tersebut. Malangkucecwara yang tertulis di dalam lambang kota itu, menurut salah satu hipotesa merupakan nama sebuah bangunan suci. Nama bangunan suci itu sendiri diketemukan dalam dua prasasti Raja Balitung dari Jawa Tengah yakni prasasti Mantyasih tahun 907, dan prasasti 908 yakni diketemukan di satu tempat antara Surabaya-Malang. Namun demikian dimana letak sesungguhnya bangunan suci Malangkucecwara itu, para ahli sejarah masih belum memperoleh kesepakatan. Satu pihak menduga letak bangunan suci itu adalah di daerah gunung Buring, satu pegunungan yang membujur di sebelah timur kota Malang dimana terdapat salah satu puncak gunung yang bernama Malang. Pembuktian atas kebenaran dugaan ini masih terus dilakukan karena ternyata, disebelah barat kota Malang juga terdapat sebuah gunung yang bernama Malang.
Pihak yang lain menduga bahwa letak sesungguhnya dari bangunan suci itu terdapat di daerah Tumpang, satu tempat di sebelah utara kota Malang. Sampai saat ini di daerah tersebut masih terdapat sebuah desa yang bernama Malangsuka, yang oleh sebagian ahli sejarah, diduga berasal dari kata Malankuca yang diucapkan terbalik. Pendapat di atas juga dikuatkan oleh banyaknya bangunan-bangunan purbakala yang berserakan di daerah tersebut, seperti candi Jago dan candi Kidal, yang keduanya merupakan peninggalan zaman kerajaan Singasari.
Dari kedua hipotesa tersebut di atas masih juga belum dapat dipastikan manakah kiranya yang terdahulu dikenal dengan nama Malang yang berasal dari nama bangunan suci Malangkucecwara itu. Apakah daerah di sekitar Malang sekarang, ataukah kedua gunung yang bernama Malang di sekitar daerah itu.
Sebuah prasasti tembaga yang ditemukan akhir tahun 1974 di perkebunan Bantaran, Wlingi, sebelah barat daya Malang, dalam satu bagiannya tertulis sebagai berikut : “………… taning sakrid Malang-akalihan wacid lawan macu pasabhanira dyah Limpa Makanagran I ………”. Arti dari kalimat tersebut di atas adalah : “ …….. di sebelah timur tempat berburu sekitar Malang bersama wacid dan mancu, persawahan Dyah Limpa yaitu ………”
Dari bunyi prasasti itu ternyata Malang merupakan satu tempat di sebelah timur dari tempat-tempat yang tersebut dalam prasasti tiu. Dari prasasti inilah diperoleh satu bukti bahwa pemakaian nama Malang telah ada paling tidak sejak abad 12 Masehi.
Hipotesa-hipotesa terdahulu, barangkali berbeda dengan satu pendapat yang menduga bahwa nama Malang berasal dari kata “Membantah” atau “Menghalang-halangi” (dalam bahasa Jawa berarti Malang). Alkisah Sunan Mataram yang ingin meluaskan pengaruhnya ke Jawa Timur telah mencoba untuk menduduki daerah Malang. Penduduk daerah itu melakukan perlawanan perang yang hebat. Karena itu Sunan Mataram menganggap bahwa rakyat daerah itu menghalang-halangi, membantah atau malang atas maksud Sunan Mataram. Sejak itu pula daerah tersebut bernama Malang.
Timbulnya karajaan Kanjuruhan tersebut, oleh para ahli sejarah dipandang sebagai tonggak awal pertumbuhan pusat pemerintahan yang sampai saat ini, setelah 12 abad berselang, telah berkembang menjadi Kota Malang.
Setelah kerajaan Kanjuruhan, di masa emas kerajaan Singasari (1000 tahun setelah Masehi) di daerah Malang masih ditemukan satu kerajaan yang makmur, banyak penduduknya serta tanah-tanah pertanian yang amat subur. Ketika Islam menaklukkan kerajaan Majapahit sekitar tahun 1400, Patih Majapahit melarikan diri ke daerah Malang. Ia kemudian mendirikan sebuah kerajaan Hindu yang merdeka, yang oleh putranya diperjuangkan menjadi satu kerajaan yang maju. Pusat kerajaan yang terletak di kota Malang sampai saat ini masih terlihat sisa-sisa bangunan bentengnya yang kokoh bernama Kutobedah di desa Kutobedah.
Adalah Sultan Mataram dari Jawa Tengah yang akhirnya datang menaklukkan daerah ini pada tahun 1614 setelah mendapat perlawanan yang tangguh dari penduduk daerah ini.
Mengapa Malang?
Sebelum tahun 1964, dalam lambang kota Malang terdapat tulisan ; “Malang namaku, maju tujuanku” terjemahan dari “Malang nominor, sursum moveor”. Ketika kota ini merayakan hari ulang tahunnya yang ke-50 pada tanggal 1 April 1964, kalimat-kalimat tersebut berubah menjadi : “Malangkucecwara”. Semboyan baru ini diusulkan oleh almarhum Prof. Dr. R. Ng. Poerbatjaraka, karena kata tersebut sangat erat hubungannya dengan asal-usul kota Malang yang pada masa Ken Arok kira-kira 7 abad yang lampau telah menjadi nama dari tempat di sekitar atau dekat candi yang bernama Malangkucecwara.
Malang Kota Tempo Dulu ( Balai Kota Malang)
Sekilas Sejarah Pemerintahan
Kota malang mulai tumbuh dan berkembang setelah hadirnya pemerintah kolonial Belanda, terutama ketika mulai di operasikannya jalur kereta api pada tahun 1879. Berbagai kebutuhan masyarakatpun semakin meningkat terutama akan ruang gerak melakukan berbagai kegiatan. Akibatnya terjadilah perubahan tata guna tanah, daerah yang terbangun bermunculan tanpa terkendali. Perubahan fungsi lahan mengalami perubahan sangat pesat, seperti dari fungsi pertanian menjadi perumahan dan industri.
 Masjid Jami' Kota Malang

Malang merupakan sebuah Kerajaan yang berpusat di wilayah Dinoyo, dengan rajanya Gajayana.
·         Tahun 1767 Kompeni memasuki Kota
·         Tahun 1821 kedudukan Pemerintah Belanda di pusatkan di sekitar kali Brantas
·         Tahun 1824 Malang mempunyai Asisten Residen
·         Tahun 1882 rumah-rumah di bagian barat Kota di dirikan dan Kota didirikan alun-alun di bangun.
·         1 April 1914 Malang di tetapkan sebagai Kotapraja
·         8 Maret 1942 Malang diduduki Jepang
·         21 September 1945 Malang masuk Wilayah Republik Indonesia
·         22 Juli 1947 Malang diduduki Belanda
·         2 Maret 1947 Pemerintah Republik Indonesia kembali memasuki Kota Malang.
·         1 Januari 2001, menjadi Pemerintah Kota Malang.

Sumber : https://dymasgalih.wordpress.com/kota-malang/malang-kota-bunga/

About Me New 2016


Hai everyone, let me introduce my self !...
My Name is Julian Dwi Masyithoh, I was bron at Malang, 12 July 1997, Now I am student in University of Muhammadiyah Malang. Jurusan yang aku ambil adalah Ilmu Komunikasi. 
Aku anak kedua dari dua bersaudara, I have sister and she is alumnus at University of Muhammadiyah  Malang too.
My favorite color is blue end drak blue, I love everything about CN Blue Band of  Korea, I love star, I love read and writing novel ( you can read some my novel), I love my family, I love Muhammad SAW and I love Allah SWT.
My favorite food is Rawon Nguling, and I love ice cream. I don't like vegetables.
that's about me thanks for your attention thank you ^_^