Minggu, 04 Juni 2017

Sikap Toleransi Bangsa Indonesia Terhadap Keberagaman Agama dan Suku

Inter-Relasi :
      1.    Toleransi
      2.    Agama
      3.    Suku
      4.    Bhineka Tunggal Ika

Pokok Pikiran :
     1.    Kampanye Toleransi
     2.    Toleransi Dalam Islam
     3.    Toleransi dalam lingkup SMP
     4.    Toleransi dalam lingkup SMA – Perguruan Tinggi
     5.    Semboyan Bhineka Tunggal Ika
     6.    Jiwa Bhineka Tunggal Ika
     7.    Kesimpulan

Sikap Toleransi Bangsa Indonesia Terhadap Keberagaman Agama dan Suku
Indonesia sedang gencar memkampanyekan tentang toleransi akhir-akhir ini, bukan hanya toleransi antar umat beragama namun juga antar suku. Dikarenakan kasus Ahok tentang penistaan agama Islam, dan membuat seluruh umat Islam geram dan membuat aksi damai dengan tanggal-tanggal cantiknya. Dan sebagian masyarakat menjadi pihak netral dan mulai mengkampanyekan tentang adanya toleransi. Toleransi sendiri adalah sikap saling menghargai, menghargai perbedaan warna kulit, agama, suku, dan bahasa daerah masing-masing. Indonesia memiliki hampir 1.340 suku bangsa menurut sensus BPS tahun 2010. Bisa dipastikan bahwa seribu suku ini mempunyai adat dan kebudayaan masing-masing. Beberapa suku di Indonesia : Suku Jawa, Suku Banjar, Suku Sunda, Suku Dayak, Suku Batak dll. Dan Indonesia sendiri mempunyai 5 agama yang berbeda yaitu : Islam, Kristen, Katholik, Budha, dan Hindu. Di Indonesia mayoritas adalah agama Islam.
Karena moyoritas agama adalah Islam, dan Islam sendiri juga mengajarkan tentang toleransi. Saling mengahargai sesama dan tidak membeda-bedakan adalah hal yang diajarkan kepada kita sejak kecil. Tolerasi beragama juga diajarkan pada kita sejak dini. “Agamamu Agamamu dan Agamaku Agamaku” penggalan arti dari salah satu surah yang ada di Al-Qur’an ini sudah jelas bahwa kita diperintahkan untuk menghargai. Jika pihak A melarang umat islam untuk mengucapkan selamat natal, atau pihak B mengizinkan umat islam untuk mengucap selamat natal pada umat kristiani, kita juga harus menghargai keputusan mereka. Karena disetiap keputusan selalu ada alasan dibaliknya.
Sebagai bangsa Indonesia yang menjujung tinggi toleransi terhadap perbedaan agama maupun suku kita harus bisa hidup rukun dengan sesama umat beragama. Tingkat toleransi terhadap sesama di Indonesia dirasa masih kurang. Contohnya saja saat kita masih SMP masih anak usia dibawah 17 tahun, saat kita memilih teman kita akan melihat mana teman yang paling rupawan, teman yang pintar, teman yang kaya, teman yang asyik. Lalu apa kabar dengan teman yang miskin? Teman yang tidak terlalu pintar? Teman yang mempunyai wajah pas-pasan bahkan kurang dari itu?. Ini bisa disimpulkan bahwa kurangnya penerapan dan pemahaman dari toleransi.
Namun hal ini berbeda dengan mahasiswa atau siswa tingkat SMA. Mereka mulai merangkul seluruh golongan. Satu Universitas bukan hanya berisi satu suku saja namun ratusan suku dapat kita temui di kampus-kampus Indonesia negeri maupun swasta. Salah satunya di Unversitas Muhammadiyah Malang, jika kita mencari mahasiswa dari Sabang sampai Merauke kita akan menemukannya meski bukan mayoritas. Disini adalah wadah kita untuk saling belajar tentang tradisi dan adat istiadat suatu suku tertentu. Kita juga akan belajar bahasa dari daerah masing-masing mahasiswa, meskipun tidak semuanya yang kita akan pelajari.
Bhineka Tunggal Ika semboyan ini adalah pemersatu bangsa Indonesia semboyan yang memiliki arti berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Semboyan yang ditulis oleh Mpu Tantularan pada tujuh abad silam ini sangat melekat untuk Bangsa Indonesia. Semboyan ini juga sangat cocok untuk image Indonesia sendiri. Indonesia yang terdiri dari 5 agama besar di Dunia, 1.340 suku, 17.504 buah pulau, 4 warna kulit utama orang Indonesia, dan berbagai macam perbedaan yang ada sudah seharusnya menanamkan sikap toleransi terhadap keberagaman yang dianugerahkan Tuhan terhadap Indonesia ini. Meskipun perbedaan selalu ada diantara bangsa Indonesia namun perbedaan tidak boleh mempecah belahkan kedaulatan Negara Republik Indonesia.
Seluruh Masyarakat Indonesia wajib memiliki jiwa Bhineka Tunggal Ika di dalam dirinya. Karena tanpa adanya jiwa ini kita akan menjadi manusia yang egois tanpa adanya toleransi. Jiwa Bhineka Tunggal Ika haris dimiliki sejak dini agar saat dewasa kita akan bisa menghargai adanya perbedaan. Tanpa adanya perbedaan hidup juga kurang menarik bukan? Perbedaan Agama dan Suku membuat Indonesia kaya akan Tradisi dan kebudayaan. Dan bukan hanya Indonesia saja yang menerapkan jiwa Bhineka Tunggal Ika namun juga seluruh dunia harusnya menerapkan semboyan leluhur ini agar bisa bermasyarakat dengan damai.

Toleransi adalah sikap yang harus dimiliki oleh seluruh rakyat Indonesia. Jangan karena sedikit perbedaan Indonesia pecah dan menjadi negara yang bobrok dan miskin adanya toleransi. Perbedaan agama, suku, bahasa dan warna kulit seharusnya sudah menjadi hal yang kita harus junjung tinggi. Karena tanpa perbedaan Indonesia akan menjadi negara yang biasa saja namun dengan perbedaan Indonesia harusnya menjadi negara yang luar biasa.