Inter-Relasi :
1. Toleransi
2. Agama
3. Suku
4. Bhineka Tunggal Ika
Pokok Pikiran :
1. Kampanye Toleransi
2. Toleransi Dalam Islam
3. Toleransi dalam lingkup SMP
4. Toleransi dalam lingkup SMA – Perguruan Tinggi
5. Semboyan Bhineka Tunggal Ika
6. Jiwa Bhineka Tunggal Ika
7. Kesimpulan
Sikap Toleransi Bangsa Indonesia Terhadap Keberagaman Agama
dan Suku
Indonesia sedang gencar memkampanyekan tentang
toleransi akhir-akhir ini, bukan hanya toleransi antar umat beragama namun juga
antar suku. Dikarenakan kasus Ahok tentang penistaan agama Islam, dan membuat
seluruh umat Islam geram dan membuat aksi damai dengan tanggal-tanggal
cantiknya. Dan sebagian masyarakat menjadi pihak netral dan mulai
mengkampanyekan tentang adanya toleransi. Toleransi sendiri adalah sikap saling
menghargai, menghargai perbedaan warna kulit, agama, suku, dan bahasa daerah
masing-masing. Indonesia memiliki hampir 1.340 suku bangsa menurut sensus BPS tahun 2010.
Bisa dipastikan bahwa seribu suku ini mempunyai adat dan kebudayaan
masing-masing. Beberapa suku di Indonesia : Suku Jawa, Suku Banjar, Suku Sunda,
Suku Dayak, Suku Batak dll. Dan Indonesia
sendiri mempunyai 5 agama yang berbeda yaitu : Islam, Kristen, Katholik, Budha,
dan Hindu. Di Indonesia mayoritas adalah agama Islam.
Karena moyoritas agama adalah Islam, dan Islam
sendiri juga mengajarkan tentang toleransi. Saling mengahargai sesama dan tidak
membeda-bedakan adalah hal yang diajarkan kepada kita sejak kecil. Tolerasi beragama
juga diajarkan pada kita sejak dini. “Agamamu Agamamu dan Agamaku Agamaku”
penggalan arti dari salah satu surah yang ada di Al-Qur’an ini sudah jelas
bahwa kita diperintahkan untuk menghargai. Jika pihak A melarang umat islam
untuk mengucapkan selamat natal, atau pihak B mengizinkan umat islam untuk
mengucap selamat natal pada umat kristiani, kita juga harus menghargai keputusan
mereka. Karena disetiap keputusan selalu ada alasan dibaliknya.
Sebagai bangsa Indonesia yang menjujung tinggi
toleransi terhadap perbedaan agama maupun suku kita harus bisa hidup rukun
dengan sesama umat beragama. Tingkat toleransi terhadap sesama di Indonesia
dirasa masih kurang. Contohnya saja saat kita masih SMP masih anak usia dibawah
17 tahun, saat kita memilih teman kita akan melihat mana teman yang paling rupawan,
teman yang pintar, teman yang kaya, teman yang asyik. Lalu apa kabar dengan
teman yang miskin? Teman yang tidak terlalu pintar? Teman yang mempunyai wajah
pas-pasan bahkan kurang dari itu?. Ini bisa disimpulkan bahwa kurangnya
penerapan dan pemahaman dari toleransi.
Namun hal ini berbeda dengan mahasiswa atau
siswa tingkat SMA. Mereka mulai merangkul seluruh golongan. Satu Universitas
bukan hanya berisi satu suku saja namun ratusan suku dapat kita temui di
kampus-kampus Indonesia negeri maupun swasta. Salah satunya di Unversitas
Muhammadiyah Malang, jika kita mencari mahasiswa dari Sabang sampai Merauke
kita akan menemukannya meski bukan mayoritas. Disini adalah wadah kita untuk
saling belajar tentang tradisi dan adat istiadat suatu suku tertentu. Kita juga
akan belajar bahasa dari daerah masing-masing mahasiswa, meskipun tidak
semuanya yang kita akan pelajari.
Bhineka Tunggal Ika semboyan ini adalah
pemersatu bangsa Indonesia semboyan yang memiliki arti berbeda-beda tetapi
tetap satu jua. Semboyan yang ditulis oleh Mpu Tantularan pada tujuh abad silam
ini sangat melekat untuk Bangsa Indonesia. Semboyan ini juga sangat cocok untuk
image Indonesia sendiri. Indonesia
yang terdiri dari 5 agama besar di Dunia, 1.340 suku, 17.504 buah pulau, 4
warna kulit utama orang Indonesia, dan berbagai macam perbedaan yang ada sudah
seharusnya menanamkan sikap toleransi terhadap keberagaman yang dianugerahkan
Tuhan terhadap Indonesia ini. Meskipun perbedaan selalu ada diantara bangsa
Indonesia namun perbedaan tidak boleh mempecah belahkan kedaulatan Negara
Republik Indonesia.
Seluruh Masyarakat Indonesia wajib memiliki
jiwa Bhineka Tunggal Ika di dalam dirinya. Karena tanpa adanya jiwa ini kita
akan menjadi manusia yang egois tanpa adanya toleransi. Jiwa Bhineka Tunggal
Ika haris dimiliki sejak dini agar saat dewasa kita akan bisa menghargai adanya
perbedaan. Tanpa adanya perbedaan hidup juga kurang menarik bukan? Perbedaan
Agama dan Suku membuat Indonesia kaya akan Tradisi dan kebudayaan. Dan bukan
hanya Indonesia saja yang menerapkan jiwa Bhineka Tunggal Ika namun juga
seluruh dunia harusnya menerapkan semboyan leluhur ini agar bisa bermasyarakat
dengan damai.
Toleransi adalah sikap yang harus dimiliki oleh
seluruh rakyat Indonesia. Jangan karena sedikit perbedaan Indonesia pecah dan
menjadi negara yang bobrok dan miskin adanya toleransi. Perbedaan agama, suku,
bahasa dan warna kulit seharusnya sudah menjadi hal yang kita harus junjung
tinggi. Karena tanpa perbedaan Indonesia akan menjadi negara yang biasa saja
namun dengan perbedaan Indonesia harusnya menjadi negara yang luar biasa.






