Kurangnya Fasilitas
Sekolah Dapat Mempengaruhi Mutu Pendidikan
Sekolah adalah tempat dimana para orang tua
menitipkan anak-anaknya untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik setelah
pendidikan moral yang dilakukan orang tua di rumah. Orang tua akan memilihkan
sekolah yang bagus, memiliki fasilitas lengkap dan mempunyai standart yang
tinggi. Bahkan orang tua tidak segan-segan untuk memasukkan anaknya ke
sekolah-sekolah yang bertaraf internasional. Di tahun 2017 seharusnya sudah banyak
sekolah dengan fasilitas yang lengkap, tapi
nyatanya di Indonesia bahkan di China masih banyak sekolah yang belum memiliki
fasilitas lengkap. Jangankan ada perpustakaan dengan buku yang banyak atau
laboraturium komputer bahkan ada sekolah yang terpaksa menyuruh siswanya
berdiri di belakang meja karena tidak adanya kursi di ruang kelas atau sudah
rusak dan tidak layak pakai.
Mirisnya, masih banyak sekolah
yang tidak sesuai dengan harapan semua orang tua. Sekolah-sekolah terpelosok
misalnya, tidak harus ada ruangan ber AC ataupun LCD proyektor untuk menunjang
kegiatan belajar mengajar, dengan adanya guru yang mau mengajar mereka sudah
senang. Orang tua selalu ingin anaknya mendapatkan yang terbaik, namun jika tak
mampu apa daya. Penelitian yang dilakukan telah banyak menunjukkan bahwa masih
kurangnya fasilitas di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Pemerintah harus
berperan aktif untuk memajukan sekolah dan meningkatkan mutu pendidikan di
Indonesia. Namun bukan hanya pemerintah yang berperan aktif namun juga sekolah
itu sendiri harus merencanakan visi dan misi sekolah tersebut dengan kokoh agar
sekolah tersebut dapat menjadi sekolah yang maju.
Menurut hasil wawancara kepada
beberapa orang dari kalangan mahasiswa dan siswa SMA mereka sepakat bahwa di
Indonesia banyak sekolah yang kurang layak. Sekolah yang layak hanya berada di
kota-kota besar yang susah dijangkau oleh kalangan menengah kebawah karena
sekolah “bertarif” Internasional. Dan Bagaimana jika fasilitas tidak terpenuhi?
Maka jawaban mereka berfariatif, sebagian besar menjawab bahwa kurangnya
fasilitas dapat mempengaruhi mutu pendidikan di Indonesia, tapi ada juga yang
menjawab kurangnya fasilitas tidak akan mempengaruhi apapun dan yang terpenting
adalah kualitas pembelajaran. Dan perubahan yang ingin mereka lakukan untuk memperbaiki
kualitas sekolah adalah memeratakan pembangunan dan memperlengkap sekolah
dengan fasilitas yang menunjang, membuat siswa betah berada di sekolah dan
memperbaiki minat baca yang sudah sangat menurun di kalangan siswa maupun
mahasiswa, dan memperbaiki kurikulum agar selalu menunjang mutu pendidikan
khususnya di Indonesia.
“Satu permasalahan pokok
pendidikan negeri ini adalah mengenai pemerataan akses pendidikan. Banyaknya berbagai
jenjang pendidikan formal belum disentuh utuh oleh semua golongan masyarakat. Pendidikan
formal seakan semakin menjauh dari masyarakat kecil. Tarif bea masuk sekolah
yang tinggi menjadi pemicu jauhnya jarak masyarakat kecil dengan lembaga
pendidikan formal. Tidak adanya perbedaan antara sekolah negeri maupun sekolah
swasta saat ini, perbedaan yang ada adalah sekolah untuk orang kaya, sekolah
untuk orang menegah dan sekolah untuk orang miskin. Gejala segregasi sosial
dalam lingkup pendidikan ini bisa terlihat dari munculnya Sekolah Bertaraf
Internasional (SBI). Satu dari produk kebijakan pendidikan kita yang merupakan
efek dari paham kapitalisme.” Sudah dapat dilihat dari kutipan sebelumnya bahwa
sekolah untuk orang miskin adalah sekolah yang sangat jauh dari kata layak dan
fasilitas yang kurang lengkap akan mempengaruhi mutu pendidikan sekolah
tersebut.
Dari penjelasan di atas dapat
disimpulkan bahwa sekolah dengan taraf International akan mencetak generasi
muda yang lebih baik dengan kemampuan yang telah diberikan oleh pihak sekolah. Namun
mirisnya bahwa sekolah yang ada dipedesaan siswanya akan kalah dengan siswa
yang ada di kota yang sudah mempunyai skill yang bak. Disinilah kita sebagai
generasi muda Indonesia harus berperan aktif untuk meningkatkan mutu pendidikan
di Indonesia dengan melengkapi fasilitas sekolah-sekolah pelosok.
Daftar Pustaka :
Tim
Kreatif LKM UNJ.2011.Restorasi Pendidikan Indonesia.Jogjakarta:AR-RUZZ MEDIA.







0 komentar:
Posting Komentar