Selasa, 04 April 2017

UTS Bahasa Indonesia Profesi

Kurangnya Fasilitas Sekolah Dapat Mempengaruhi Mutu Pendidikan

Sekolah adalah tempat dimana para orang tua menitipkan anak-anaknya untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik setelah pendidikan moral yang dilakukan orang tua di rumah. Orang tua akan memilihkan sekolah yang bagus, memiliki fasilitas lengkap dan mempunyai standart yang tinggi. Bahkan orang tua tidak segan-segan untuk memasukkan anaknya ke sekolah-sekolah yang bertaraf internasional. Di tahun 2017 seharusnya sudah banyak sekolah dengan fasilitas yang lengkap, tapi nyatanya di Indonesia bahkan di China masih banyak sekolah yang belum memiliki fasilitas lengkap. Jangankan ada perpustakaan dengan buku yang banyak atau laboraturium komputer bahkan ada sekolah yang terpaksa menyuruh siswanya berdiri di belakang meja karena tidak adanya kursi di ruang kelas atau sudah rusak dan tidak layak pakai.

Mirisnya, masih banyak sekolah yang tidak sesuai dengan harapan semua orang tua. Sekolah-sekolah terpelosok misalnya, tidak harus ada ruangan ber AC ataupun LCD proyektor untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, dengan adanya guru yang mau mengajar mereka sudah senang. Orang tua selalu ingin anaknya mendapatkan yang terbaik, namun jika tak mampu apa daya. Penelitian yang dilakukan telah banyak menunjukkan bahwa masih kurangnya fasilitas di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Pemerintah harus berperan aktif untuk memajukan sekolah dan meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Namun bukan hanya pemerintah yang berperan aktif namun juga sekolah itu sendiri harus merencanakan visi dan misi sekolah tersebut dengan kokoh agar sekolah tersebut dapat menjadi sekolah yang maju.

Menurut hasil wawancara kepada beberapa orang dari kalangan mahasiswa dan siswa SMA mereka sepakat bahwa di Indonesia banyak sekolah yang kurang layak. Sekolah yang layak hanya berada di kota-kota besar yang susah dijangkau oleh kalangan menengah kebawah karena sekolah “bertarif” Internasional. Dan Bagaimana jika fasilitas tidak terpenuhi? Maka jawaban mereka berfariatif, sebagian besar menjawab bahwa kurangnya fasilitas dapat mempengaruhi mutu pendidikan di Indonesia, tapi ada juga yang menjawab kurangnya fasilitas tidak akan mempengaruhi apapun dan yang terpenting adalah kualitas pembelajaran. Dan perubahan yang ingin mereka lakukan untuk memperbaiki kualitas sekolah adalah memeratakan pembangunan dan memperlengkap sekolah dengan fasilitas yang menunjang, membuat siswa betah berada di sekolah dan memperbaiki minat baca yang sudah sangat menurun di kalangan siswa maupun mahasiswa, dan memperbaiki kurikulum agar selalu menunjang mutu pendidikan khususnya di Indonesia.

“Satu permasalahan pokok pendidikan negeri ini adalah mengenai pemerataan akses pendidikan. Banyaknya berbagai jenjang pendidikan formal belum disentuh utuh oleh semua golongan masyarakat. Pendidikan formal seakan semakin menjauh dari masyarakat kecil. Tarif bea masuk sekolah yang tinggi menjadi pemicu jauhnya jarak masyarakat kecil dengan lembaga pendidikan formal. Tidak adanya perbedaan antara sekolah negeri maupun sekolah swasta saat ini, perbedaan yang ada adalah sekolah untuk orang kaya, sekolah untuk orang menegah dan sekolah untuk orang miskin. Gejala segregasi sosial dalam lingkup pendidikan ini bisa terlihat dari munculnya Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Satu dari produk kebijakan pendidikan kita yang merupakan efek dari paham kapitalisme.” Sudah dapat dilihat dari kutipan sebelumnya bahwa sekolah untuk orang miskin adalah sekolah yang sangat jauh dari kata layak dan fasilitas yang kurang lengkap akan mempengaruhi mutu pendidikan sekolah tersebut.


Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa sekolah dengan taraf International akan mencetak generasi muda yang lebih baik dengan kemampuan yang telah diberikan oleh pihak sekolah. Namun mirisnya bahwa sekolah yang ada dipedesaan siswanya akan kalah dengan siswa yang ada di kota yang sudah mempunyai skill yang bak. Disinilah kita sebagai generasi muda Indonesia harus berperan aktif untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia dengan melengkapi fasilitas sekolah-sekolah pelosok.

Daftar Pustaka :
Tim Kreatif LKM UNJ.2011.Restorasi Pendidikan Indonesia.Jogjakarta:AR-RUZZ MEDIA.

0 komentar:

Posting Komentar