Dewasa kini semua rumah di Indonesia mempunyai
televisi, televisi merupakan hal yang sangat lazim untuk warga Indonesia
sendiri. Bisa dibilang televisi adalah faktor penting dalam kehidupan
masyarakat Indonesia. Namun, banyak disayangkan karena tayangan televisi
sekarang sudah banyak yang berubah. Dapat dilihat sekarang stasiun televisi
ANTV mulai pagi sampai malam hanya menayangkan sinetron-sinetron India dan
kartun-kartun India. Sebagai anak muda usia 17-22 tahun akan jarang sekali
menonton tayangan seperti itu. Karena yang disukai remaja adalah FTV dengan
cerita yang ringan, atau acara-acara televisi yang anak muda banget. Sangat
disayangkan dengan anak usia dia 17 tahun mereka malah suka dengan
sinetron-sinetron Indonesia dengan bobot cerita yang berat dan kadang tidak
mendidik.
Televisi sendiri sudah dirajai oleh KPI (Komisi
Penyiaran Indonesia), terkadang yang membuat saya bingung KPI melarang tayangan
kartun dengan muatan bela diri atau pertarungan seperti Naruto namun
menayangkan sinetron Anak Jalanan yang masih SMA sudah cinta-cintaan dan
kebut-kebutan di jalanan dan terkadang ada pertarungan antar genk. Dua tayangan
ini sama-sama menampilkan pertarungan namun ada bedanya, jika di Naruto mereka
melawan kejahatan namun di Anak Jalanan bertarung untuk memperebutkan kekuasaan
atau untuk mendapatkan kekaguman dari orang lain. Sebagai insan muda yang
berpendidikan kita harus cerdas memilih dan memilah tontonan yang memiliki mutu
dan kualitas yang bagus agar televisi yang kita tonton dapat memberikan manfaat
kepada kita. Tontonan yang layak adalah tontonan yang memberikan manfaat tanpa
mengurangi fungsi tontonan tersebut untuk menghibur dikala penat melanda.
Berbicara tentang televisi juga tak bisa jauh
yang namanya konsumerisme, kita sebagai public penikmat televisi akan selalu
dihindangkan dengan produk-produk berbagai macam jenisnya. Mulai dari yang
murah samapai yang mahal, mulai yang penting bagi kita sampai yang kurang
penting ataupun yang tidak berguna untuk kita. Dan sebagian masyarakat dapat
dikatakan ‘kemakan iklan’ sebutan ini cukup cocok untuk masyarakat yang tingkat
konsumtifnya tinggi. Dengan tayangan yang menarik dan dijual bebas secara
online ataupun dijual di toko dengan kemudahan itu masyarakat sudah bisa
menjadi konsumtif. Contohnya saat ada iklan handphone terbaru, masyarakat akan
berbondong-bondong untuk segera membeli handphone yang baru yang kadang mereka tidak butuh namun hanya
untuk gengsi. Iklan juga sering masuk kedalam sinetron, talkshow, reality show,
dan lain-lain. Namun masuknya iklan juga sangat penting untuk produksi sebuah
tayangan karena dengan adanya iklan sinetron itu juga terbantu difinansialnya.
Pada intinya sebagai masyarakat yang
diuntungkan dengan adanya telivisi kita harus bijak dalam memilih tayang yang
akan kita tonton apalagi jika kita menonton dengan anak yang usianya dibawah 10
tahun, yang gampang terkontaminasi dengan adegan-adengan yang kadang kurang
pantas untuk anak kecil lakukan. Dan sebagai penikmat teknologi kita juga harus
berhat-hati dalam mengkonsumsi apapun itu, kita harus menimbang apakah barang
yang kita inginkan penting atau tidak, perlu atau tidak untuk kita. Konsumen
yang baik adalah konsumen yang dengan bijak membelanjakan uangnya. Penonton
yang baik adalah penonton yang bisa mengambil manfaat dari tayangan yang
ditontonnya.







0 komentar:
Posting Komentar