Kamis, 25 Mei 2017

Konsumsi Remaja Usia 17-22 Tahun Terhadap Tayangan Televisi Masa Kini


Dewasa kini semua rumah di Indonesia mempunyai televisi, televisi merupakan hal yang sangat lazim untuk warga Indonesia sendiri. Bisa dibilang televisi adalah faktor penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, banyak disayangkan karena tayangan televisi sekarang sudah banyak yang berubah. Dapat dilihat sekarang stasiun televisi ANTV mulai pagi sampai malam hanya menayangkan sinetron-sinetron India dan kartun-kartun India. Sebagai anak muda usia 17-22 tahun akan jarang sekali menonton tayangan seperti itu. Karena yang disukai remaja adalah FTV dengan cerita yang ringan, atau acara-acara televisi yang anak muda banget. Sangat disayangkan dengan anak usia dia 17 tahun mereka malah suka dengan sinetron-sinetron Indonesia dengan bobot cerita yang berat dan kadang tidak mendidik.
Televisi sendiri sudah dirajai oleh KPI (Komisi Penyiaran Indonesia), terkadang yang membuat saya bingung KPI melarang tayangan kartun dengan muatan bela diri atau pertarungan seperti Naruto namun menayangkan sinetron Anak Jalanan yang masih SMA sudah cinta-cintaan dan kebut-kebutan di jalanan dan terkadang ada pertarungan antar genk. Dua tayangan ini sama-sama menampilkan pertarungan namun ada bedanya, jika di Naruto mereka melawan kejahatan namun di Anak Jalanan bertarung untuk memperebutkan kekuasaan atau untuk mendapatkan kekaguman dari orang lain. Sebagai insan muda yang berpendidikan kita harus cerdas memilih dan memilah tontonan yang memiliki mutu dan kualitas yang bagus agar televisi yang kita tonton dapat memberikan manfaat kepada kita. Tontonan yang layak adalah tontonan yang memberikan manfaat tanpa mengurangi fungsi tontonan tersebut untuk menghibur dikala penat melanda.
Berbicara tentang televisi juga tak bisa jauh yang namanya konsumerisme, kita sebagai public penikmat televisi akan selalu dihindangkan dengan produk-produk berbagai macam jenisnya. Mulai dari yang murah samapai yang mahal, mulai yang penting bagi kita sampai yang kurang penting ataupun yang tidak berguna untuk kita. Dan sebagian masyarakat dapat dikatakan ‘kemakan iklan’ sebutan ini cukup cocok untuk masyarakat yang tingkat konsumtifnya tinggi. Dengan tayangan yang menarik dan dijual bebas secara online ataupun dijual di toko dengan kemudahan itu masyarakat sudah bisa menjadi konsumtif. Contohnya saat ada iklan handphone terbaru, masyarakat akan berbondong-bondong untuk segera membeli handphone yang baru  yang kadang mereka tidak butuh namun hanya untuk gengsi. Iklan juga sering masuk kedalam sinetron, talkshow, reality show, dan lain-lain. Namun masuknya iklan juga sangat penting untuk produksi sebuah tayangan karena dengan adanya iklan sinetron itu juga terbantu difinansialnya.

Pada intinya sebagai masyarakat yang diuntungkan dengan adanya telivisi kita harus bijak dalam memilih tayang yang akan kita tonton apalagi jika kita menonton dengan anak yang usianya dibawah 10 tahun, yang gampang terkontaminasi dengan adegan-adengan yang kadang kurang pantas untuk anak kecil lakukan. Dan sebagai penikmat teknologi kita juga harus berhat-hati dalam mengkonsumsi apapun itu, kita harus menimbang apakah barang yang kita inginkan penting atau tidak, perlu atau tidak untuk kita. Konsumen yang baik adalah konsumen yang dengan bijak membelanjakan uangnya. Penonton yang baik adalah penonton yang bisa mengambil manfaat dari tayangan yang ditontonnya.

0 komentar:

Posting Komentar