Saat saya menonton Drama Korea yang berjudul
“School 2015 : Who are you” saya sempat heran karena salah satu tokoh utamanya
yang bernama Han Yi An selalu memakai headphone di telinganya sebelum melakukan
lomba renang. Saya berfikir bahwa itu hanya serpihan dalam adegan dan saya
hanya memaknai bahwa mendengarkan musik hanya untuk sekedar penenang. Dan
setelah saya membaca beberapa refrensi saya baru mengerti bahwa musik dapat
mempengaruhi kerja otak dan kerja jantung kita. Saya ingat dosen saya Pak
Radit, beliau pernah mengatakan bahwa saat mendengarkan musik Flight of the Bumble Bee itu akan
mempercepat kerja otak kita.
Dalam buku Simfoni otak yang ditulis oleh
Stephanie Merritt, ia mengakatakan bahwa, “ Fenomena keselarasan berlaku juga
untuk musik yang kita dengar kalau kita mendengarkan musik yang temponya lebih
cepat daripada detak jantung kita, jantung kita akan berdetak lebih cepat.
Detak jantung manusia normal berkisar antara 70-80 ketukan per menit. Detak
jantung lebih cepat dari angka ini akan memicu dan meningkatkan ketegangan.”
Jadi saat kita ingin merasa tenang maka dengarkanlah musik yang bertempo lambat
atau lagu-lagu slow.
Sama halnya dengan tokoh Han Yi An ini, sebelum
ia melakukan olahraga renang ia akan mendengarkan musik sejenak. Karena musik
bisa membantu para atlet dan orang-orang yang suka berolahraga melakukan
latihan keras tanpa merasa tertekan. Selain membuat olahraga menjadi lebih
menyenangkan sehingga kita dapat menekuni jadwal latihan, musik juga menjauhkan
kita dari rasa lelah dan mendorong untuk lebih giat berolahraga dan tenaga yang
dikeluarkan lebih sedikit.
Bagaimana bisa musik yang kita dengarkan bisa
memberikan dampak yang sangat luar biasa pada tubuh kita?, bahkan terkadang
kita hanya menganggap remeh musik yang kita dengar. Karena hanya memiliki fungsi
untuk sekedar mengisi waktu luang dan agar tidak bosan. Namun alangkah lebih
bijaknya kalau kita mendengarkan musik yang sesuai dengan kebutuhan tubuh kita
agar dapat memberikan manfaat. Seperti yang dilakukan tokoh Han Yi An ini ia
mendengarkan musik untuk mengatur pernapasan dan meningkatkan koordinasi
otot-otot pada tubuh atlet tersebut.
Daftar Pustaka :
Merritt, Stephanie. 2003. Simfoni Otak. Bandung:Penerbit Kaifa.







Bahasan yang menarik, coba cari contoh kasus atlit di Indonesia sebagai perbandingan..
BalasHapus